1,1 Juta Warga Mengungsi Akibat Banjir dan Longsor di Sumatera, Korban Jiwa Tembus 700 Orang

Sejumlah kendaraan melintas di jalur Tarutung-Sibolga, Dusun Sibalanga, Desa Sibalanga, Kecamatan Adiankoting, Tapanuli Selatan, Senin (1/12/2025). Foto: Bidang Komunikas
Sejumlah kendaraan melintas di jalur Tarutung-Sibolga, Dusun Sibalanga, Desa Sibalanga, Kecamatan Adiankoting, Tapanuli Selatan, Senin (1/12/2025). Foto: Bidang Komunikas

MonitorUpdate.com – Bencana banjir dan tanah longsor di tiga provinsi di Sumatera menyebabkan lebih dari satu juta warga terpaksa meninggalkan rumahnya. Jumlah korban jiwa terus bertambah seiring proses evakuasi yang masih berlangsung.

Sebanyak 1,1 juta penduduk mengungsi akibat banjir dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatra Barat (Sumbar). Data terkini Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Bencana (Pusdatin) BNPB per Selasa (2/12/2025) pukul 17.11 WIB menunjukkan bencana ini berdampak luas pada 3,3 juta jiwa di tiga provinsi tersebut.

Baca Juga : Banjir dan Longsor di Sumatra Picu Kerugian Rp 6,28 Triliun, Celios Ingatkan Risiko Deforestasi Sawit dan Tambang

Rinciannya, pengungsi tersebar di:
• Aceh: 449.600 jiwa pada 18 kabupaten/kota
• Sumut: 527.300 jiwa pada 17 kabupaten/kota
• Sumbar: 137.400 jiwa pada 15 kabupaten/kota

Selain itu, BNPB mencatat 712 orang meninggal dunia, 507 orang masih dinyatakan hilang, serta 2.564 warga mengalami luka-luka.

Kerusakan infrastruktur pemukiman juga cukup parah. Tercatat 3.600 rumah warga rusak berat, 2.100 unit rusak sedang, dan 3.700 rumah mengalami rusak ringan. Pemerintah daerah dan relawan masih melakukan pendataan karena diperkirakan angka kerusakan dapat bertambah.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung sejumlah lokasi bencana pada Senin (1/12/2025). Titik yang dikunjungi meliputi Tapanuli Tengah, Medan, Aceh Tenggara, dan Padang Pariaman untuk memastikan kebutuhan penanganan darurat.

Ketika berada di Kutacane, Aceh Tenggara, Presiden menegaskan bahwa pemerintah pusat telah menyiapkan dukungan anggaran yang memadai untuk percepatan pemulihan.

“Alhamdulillah kita punya anggarannya. Kita lakukan penghematan di pusat supaya sebanyak mungkin bantuan bisa kita salurkan untuk rakyat di desa hingga kecamatan. Itu sasaran kita,” ujarnya.

Hingga kini, proses evakuasi dan pencarian korban masih dilakukan, sementara hujan yang masih turun di beberapa wilayah dinilai menjadi tantangan penanganan bencana. Pemerintah diminta meningkatkan koordinasi agar distribusi logistik dan pelayanan dasar bagi para pengungsi berjalan optimal. (MU01)

Share this article