96 Korban Ledakan SMAN 72: Polisi Pastikan Pelaku Bertindak Sendiri

kapolda
Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri. (Foto: net)

MonitorUpdate.com – Polisi memastikan ledakan di SMAN 72 Jakarta bukan terkait jaringan teror. Pelakunya adalah seorang siswa aktif yang kini berstatus anak berhadapan dengan hukum (ABH).

Menurut Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri, membeberkan berdasarkan penyelidikan kasus ledakan di SMAN 72 Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Terduga pelaku yang juga turut menjadi korban dalam insiden tersebut dipastikan merupakan siswa aktif di sekolah tersebut dan saat ini dirawat di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

“ABH bertindak secara mandiri, tidak terkait kelompok atau jaringan teror apa pun,” kata Asep dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (11/11/2025) sore.

Baca Juga: Densus 88: Terduga Pelaku Bom di SMAN 72 Kerap Akses Dark Web Berisi Kekerasan Ekstrem

Asep menyebut, dari hasil penelusuran sementara, siswa itu dikenal tertutup dan jarang bergaul. “Yang bersangkutan menunjukkan ketertarikan pada konten bernuansa kekerasan dan ekstrem,” ujarnya.

Hingga kini, penyidik telah memeriksa 16 saksi, termasuk guru, siswa, keluarga pelaku, serta korban lainnya. Polisi juga telah menggeledah rumah ABH untuk menelusuri asal bahan peledak dan proses perakitannya.

Dalam peristiwa yang terjadi pada Jumat (7/11/2025) siang saat waktu istirahat salat Jumat itu, total korban mencapai 96 orang. Dari jumlah tersebut, 67 mengalami luka ringan, 26 luka sedang, dan 3 orang luka berat.

Jumlah korban bertambah dari data awal karena beberapa siswa baru melaporkan keluhan seperti luka ringan dan gangguan pendengaran setelah kejadian.

Penyelidikan masih berlanjut untuk memastikan motif dan sumber bahan peledak yang digunakan dalam insiden tersebut. (MU01)

Share this article