PPP Krisis Kepemimpinan, Muktamar Diundur: Siapa Kandidat Ketua Umum Penyelamat Partai?

 

MonitorUpdate.com — Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tengah berada di titik nadir sejarahnya. Gagal menembus ambang batas parlemen pada Pemilu 2024, partai berlambang Ka’bah itu kehilangan seluruh kursi di DPR RI. Kini, pertanyaan besar mengemuka: siapa yang mampu memimpin PPP keluar dari jurang keterpurukan?

Kegagalan PPP bukan sekadar angka elektoral. Para pengamat menilai, partai ini telah kehilangan arah dan menyimpang dari aspirasi konstituennya.

Pengamat politik Tony Rosyid menyebut, akumulasi kesalahan PPP dalam memilih calon yang tak dikehendaki pemilih sejak Pilkada DKI hingga Pilpres 2024 menjadi sebab utama hilangnya kepercayaan publik.

“Partai yang mengkhianati konstituen pasti ditinggalkan,” ujar Tony. Ia menyamakan kondisi PPP dengan Partai Bulan Bintang (PBB) dan Hanura yang hingga kini tak kunjung pulih setelah kehilangan kursi parlemen.

Internal Melemah, Harapan Disematkan pada Figur Eksternal
Upaya revitalisasi dari internal PPP dinilai minim harapan. Elit partai dianggap gagal menjaga amanah dan tidak mampu menyatukan faksi yang tercerai-berai. Ketiadaan figur kharismatik membuat kekuatan PPP melemah dari dalam.

“Lowbatt! PPP butuh energi dari luar jika ingin bangkit,” tulis Tony dalam opininya yang beredar di kalangan politisi dan pengamat.

Sejumlah nama eksternal sempat disebut-sebut sebagai calon Ketua Umum PPP periode 2025–2030. Mulai dari mantan KSAD Dudung Abdurrahman, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, hingga eks Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Namun, nama-nama itu menghilang begitu cepat dari radar politik internal PPP.

Menurut informasi yang beredar, minimnya restu politik dari Presiden Prabowo serta penolakan pribadi menjadi alasan utama kandasnya opsi-opsi tersebut.

Rencana Muktamar PPP yang awalnya digelar Agustus 2025 pun akhirnya diundur ke November karena belum ditemukannya figur yang dianggap mampu memimpin.

Agus Suparmanto Muncul ke Permukaan, Didukung Taj Yasin dan Isyarat Prabowo
Dalam situasi serba tidak pasti ini, nama Agus Suparmanto mulai mencuat. Mantan Menteri Perdagangan itu dideklarasikan oleh Taj Yasin, mantan Wakil Gubernur Jawa Tengah sekaligus putra ulama kharismatik KH Maemoen Zubair.

Menariknya, beredar kabar Agus telah mendapat restu dari Presiden Prabowo untuk maju memimpin PPP. Agus dan Prabowo memang memiliki sejarah kedekatan, baik dalam bisnis maupun pemerintahan saat keduanya sama-sama menjabat sebagai menteri di kabinet Presiden Jokowi.

PPP Butuh “Dokter Politik”
Jika ingin kembali ke Senayan, PPP membutuhkan lebih dari sekadar ketua umum biasa. Figur yang dibutuhkan adalah pemimpin dengan komitmen ideologis, kekuatan finansial, dan akses politik yang luas. “PPP butuh dokter politik yang mampu menyembuhkannya,” kata Tony.

Kisah tragis PBB dan Hanura menjadi peringatan keras bagi PPP. Tanpa reformasi total dan pemimpin yang kuat, partai ini berpotensi terkubur dalam sejarah politik Indonesia.

(mu01)

Share this article