MonitorUpdate.com – Badan Gizi Nasional (BGN) mengumumkan penutupan portal pendaftaran mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada Kamis, 6 November 2025 pukul 17.00 WIB. Langkah ini diambil setelah jumlah usulan dianggap telah mencukupi kebutuhan layanan SPPG, khususnya di wilayah aglomerasi perkotaan.
Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya, menyebut antusiasme publik terhadap pembukaan pendaftaran mitra SPPG terbilang tinggi. Dalam waktu tiga hari sejak dibuka pada Selasa, 4 November 2025, terdapat lebih dari 8.471 usulan yang masuk dari berbagai daerah. “Respons publik sangat positif dan menunjukkan kepedulian luas terhadap isu gizi dan kesehatan anak,” ujar Sony dalam keterangan pers.
Program ini terkait langsung dengan pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG), yang menjadi salah satu agenda prioritas pemerintah untuk meningkatkan status gizi anak dan menekan risiko malnutrisi. Sony menjelaskan bahwa banyak calon mitra mengajukan fasilitas yang diklaim siap untuk operasional layanan gizi berbasis komunitas.
Baca Juga: BGN Perketat Aturan Dapur Makan Bergizi Gratis, 112 Ditutup karena Langgar SOP
Meski demikian, BGN menegaskan bahwa seluruh data calon mitra akan melalui proses verifikasi ketat. Tahapan verifikasi dilakukan untuk menilai kelayakan lokasi, kapasitas infrastruktur, serta kesesuaian fasilitas dengan standar layanan gizi nasional. “Verifikasi akan dilakukan berlapis untuk menjamin transparansi dan akurasi penetapan mitra,” kata Sony.
Pengumuman resmi daftar mitra SPPG akan disampaikan setelah proses verifikasi tuntas. BGN juga menyampaikan bahwa peluang kerja sama tetap terbuka pada periode berikutnya, khususnya bagi wilayah yang masih memiliki kesenjangan pemenuhan layanan gizi. “Tahap lanjutan akan dibuka berdasarkan pemetaan kebutuhan wilayah agar perluasan program MBG berjalan terarah,” ucap Sony.
Ke depan, pelaksanaan SPPG akan menjadi bagian penting untuk memperluas akses pangan bergizi, terutama bagi kelompok rentan seperti anak usia sekolah dan keluarga berpenghasilan rendah. Kebijakan ini juga diharapkan memperkuat ekosistem ketahanan pangan lokal melalui kolaborasi komunitas dan fasilitas pelayanan masyarakat. (MU01)








