Temuan 40 Jenazah Baru, Korban Banjir–Longsor di Aceh, Sumut, dan Sumbar Tembus 961 Jiwa

Ilustrasi Photo; Kantor BNPB
Ilustrasi Photo: Kantor Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)

MonitorUpdate.com — Tragedi banjir dan longsor di tiga provinsi kembali menunjukkan dampak yang sangat serius. Tim gabungan menemukan 40 jenazah baru pada Senin (8/12/2025), sehingga total korban meninggal dunia kini mencapai 961 jiwa.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi (Kapusdatinkom) Kebencanaan Badan Penanggulangan Bencana Nasional, Abdul Muhari, menyampaikan kabar tersebut dalam konferensi pers virtual yang digelar sore kemarin.

“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Empati dan simpati yang sangat mendalam kami sampaikan kepada keluarga korban. Hari ini tim gabungan kembali menemukan 40 jenazah,” ujar Abdul.

Distribusi Korban Terbaru di Tiga Provinsi
BNPB merinci, penambahan korban meninggal tersebar di tiga provinsi terdampak:
• Aceh: Bertambah 23 korban, dari 366 menjadi 389 jiwa
• Sumatra Utara: Bertambah 9 korban, dari 329 menjadi 338 jiwa
• Sumatra Barat: Bertambah 8 korban, dari 226 menjadi 234 jiwa

Dengan akumulasi tersebut, jumlah korban jiwa menembus 961 orang, salah satu bencana hidrometeorologi terparah dalam beberapa tahun terakhir.

Data Korban Hilang Menurun, Operasi Pencarian Masih Berpacu dengan Waktu
Selain korban meninggal, data korban hilang menunjukkan penurunan, namun jumlahnya masih signifikan.

BNPB mencatat total korban hilang kini berada di angka 293 jiwa, menurun dari 392 jiwa sehari sebelumnya. Data ini merupakan rekapitulasi dari Pusdalops BNPB yang dihimpun dari Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Abdul menegaskan, operasi pencarian terus dilakukan tanpa henti oleh tim gabungan yang melibatkan:
• Basarnas
• BNPB
• TNI-Polri
• Relawan
• Warga setempat

“Tim gabungan di lapangan akan terus berupaya semaksimal, seoptimal, dan seefektif mungkin agar jumlah korban yang masih hilang bisa terus direduksi sekecil mungkin,” tegasnya.

Sorotan Kritis: Evaluasi Mitigasi dan Dini Peringatan
Besarnya jumlah korban kembali memunculkan pertanyaan serius terkait efektivitas sistem peringatan dini, mitigasi bencana, dan kesiapsiagaan daerah rawan longsor dan banjir bandang di Sumatra.

Sejumlah pengamat menilai, pemerintah pusat dan daerah perlu mempercepat audit infrastruktur mitigasi bencana untuk mencegah skenario serupa terulang.

Operasi pencarian masih berlangsung hingga malam ini di berbagai titik kritis. (MU01)

Share this article