Korban Banjir Bandang dan Longsor di Tiga Provinsi Tembus 1.090 Jiwa, Ratusan Masih Hilang

Presiden Prabowo Subianto meninjau lokasi pengungsian di MTs 1 Langkat, Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, Sumut, Sabtu (13/12/2025). Foto: BNPB
Presiden Prabowo Subianto meninjau lokasi pengungsian di MTs 1 Langkat, Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, Sumut, Sabtu (13/12/2025). Foto: BNPB

MonitorUpdate.com — Korban jiwa akibat rangkaian bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat terus bertambah. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat hingga Sabtu (20/12/2025), jumlah korban meninggal dunia telah mencapai 1.090 orang, sementara 186 orang lainnya masih dinyatakan hilang.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengungkapkan bahwa dalam satu hari terakhir terdapat penambahan 19 korban meninggal dunia, naik dari 1.071 jiwa pada Jumat (19/12/2025).

Baca Juga : Korban Banjir dan Longsor di Aceh, Sumut, Sumbar Tembus 1.053 Jiwa, SAR Masih Berpacu dengan Waktu

“Untuk hari ini, 20 Desember 2025, jumlah total korban meninggal dunia bertambah 19 jiwa. Total saat ini 1.090 orang meninggal dunia,” kata Abdul Muhari dalam konferensi pers, Sabtu sore.

Berdasarkan data BNPB, Aceh menjadi wilayah dengan korban jiwa terbanyak, yakni 472 orang. Disusul Sumatra Utara dengan 370 korban meninggal, serta Sumatra Barat yang mencatat 248 korban jiwa.

Selain korban meninggal, BNPB juga melaporkan 186 orang masih dinyatakan hilang. Rinciannya, 32 orang di Aceh, 72 orang di Sumatra Utara, dan 82 orang di Sumatra Barat. Tim gabungan hingga kini masih melakukan pencarian di sejumlah titik yang dinilai rawan dan sulit dijangkau.

Di sisi lain, jumlah pengungsi dilaporkan mulai berkurang. BNPB mencatat, total pengungsi saat ini mencapai 510.528 orang, turun 16.340 orang dibandingkan hari sebelumnya. Penurunan ini terjadi seiring dengan mulai pulangnya sebagian warga ke rumah masing-masing.

“Beberapa titik pengungsian yang sebelumnya dihuni warga kini mulai berkurang. Sebagian saudara kita sudah kembali ke rumah untuk membersihkan kawasan tempat tinggal mereka,” ujar Abdul Muhari.

Meski demikian, BNPB menegaskan kondisi di lapangan masih jauh dari normal. Warga yang kembali ke rumah disebut masih sangat bergantung pada bantuan logistik, terutama kebutuhan pangan, dan dapur umum yang disediakan pemerintah serta relawan.

BNPB mengimbau pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan untuk tetap meningkatkan kesiapsiagaan, mengingat potensi cuaca ekstrem masih membayangi sejumlah wilayah terdampak dalam beberapa hari ke depan. (MU01)

Share this article