Bencana Akhir Tahun: Korban Banjir Bandang–Longsor di Aceh, Sumut, Sumbar Tembus 1.141 Jiwa

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari. Foto: Youtube/Sekretariat Presiden
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari. (Foto: Youtube/Sekretariat Presiden)

MonitorUpdate.com — Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat terus menelan korban jiwa. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat hingga Selasa (30/12/2025) pukul 18.04 WIB, jumlah korban meninggal dunia mencapai 1.141 orang, dengan ratusan ribu warga masih bertahan di pengungsian.

Data BNPB menunjukkan, korban jiwa terbanyak tercatat di Aceh Utara sebanyak 213 orang, disusul Kabupaten Agam, Sumatra Barat (192 orang), Tapanuli Tengah (127 orang), Tapanuli Selatan (88 orang), serta Aceh Tamiang (88 orang). Angka ini menjadikan bencana lintas provinsi tersebut sebagai salah satu tragedi kemanusiaan terberat di penghujung tahun 2025.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan jumlah korban meninggal kembali bertambah setelah tim SAR menemukan satu jenazah baru yang telah teridentifikasi.

Baca Juga: Korban Bencana di Tiga Provinsi Sumatra Tembus 1.140 Jiwa, BNPB: Ratusan Masih Hilang

“Hari ini bertambah satu korban yang ditemukan dan sudah diidentifikasi. Sekali lagi, tidak henti-hentinya doa dan simpati belasungkawa yang mendalam untuk anggota keluarga,” ujar Abdul dalam konferensi pers di Graha BNPB, Matraman, Jakarta Timur, Selasa.

Selain korban meninggal, BNPB mencatat 163 orang masih dinyatakan hilang, sementara jumlah warga terdampak yang mengungsi mencapai 395.795 jiwa. Meski tren pengungsi mulai menurun, Abdul menegaskan beban kemanusiaan masih sangat besar.

“Untuk korban mengungsi memang makin turun, tetapi ini masih ada hampir 400.000 saudara kita yang berada di titik-titik pengungsian,” katanya.

BNPB juga mengungkapkan bahwa fokus pencarian dan pertolongan kini bergeser. Tim SAR mulai menyisir area di luar pusat permukiman dan pusat aktivitas ekonomi, seiring semakin kecilnya kemungkinan korban tertimbun di kawasan padat penduduk.

“Proses pencarian sudah difokuskan di titik-titik di luar pusat pemukiman dan aktivitas ekonomi, karena peluang ditemukannya jasad korban di area publik dan permukiman sudah sangat kecil,” jelas Abdul.

Hingga kini, BNPB bersama pemerintah daerah dan unsur TNI–Polri masih melanjutkan operasi pencarian, penanganan pengungsi, serta distribusi bantuan logistik. Pemerintah juga diminta mempercepat langkah pemulihan, mengingat skala dampak bencana yang meluas dan tingginya korban jiwa di sejumlah wilayah terdampak. (MU01)

Share this article