Tragis! Jalan Rusak Parung–Salabenda Telan Korban Jiwa, Pemda Bogor Dianggap Abai

Foto: Ilustrasi
Foto: Ilustrasi

MonitorUpdate.com – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bogor dinilai abai dan terkesan menutup mata terhadap kondisi Jalan Raya Parung–Salabenda yang mengalami kerusakan parah dan dipenuhi lubang. Jalan yang selama ini menjadi urat nadi aktivitas masyarakat tersebut kini berubah menjadi jalur maut, dengan korban kecelakaan yang terus berjatuhan, diperparah oleh minimnya penerangan jalan.

Berdasarkan pantauan di lapangan, kerusakan parah ditemukan di sejumlah titik dari arah Parung menuju Salabenda, mulai dari putaran dekat Lebak Wangi, depan Transit, depan PT Sierad, depan Perumahan Batavia hingga kawasan Pendopo 45, depan RS Sentosa, depan Kompassus, seberang timbangan, hingga depan sekolah dekat Perumahan Pandan Valley.

Sementara dari arah Salabenda menuju Parung, kondisi serupa terlihat di depan timbangan, putaran setelah Bilabong, kawasan setelah RS Sentosa, setelah Pendopo 45, seberang Batavia, depan Pondok Pesantren Darul Muttaqin, serta beberapa titik lainnya menuju Parung.

Baca Juga : Prihatin Kondisi Jalan Rusak, Warga Desa Pabuaran Lakukan Perbaikan Secara Swadaya

Kondisi memprihatinkan tersebut kembali memakan korban pada Kamis (22/1/2026) malam. Dikutip dari akun Instagram @infoparung, seorang pengendara motor terjatuh hingga kendaraannya masuk ke kolong angkutan kota. Insiden itu terjadi tepat di depan PT Sierad, Jabon, Parung.

Peristiwa tersebut langsung memicu ledakan kemarahan warganet. Pemilik akun nifaharistiana menyoroti buruknya kualitas perbaikan jalan.

“Lubang dari Parung sampai Salabenda full. Dibenerin tapi pas hujan, belum nempel sudah buyar lagi aspalnya. Minimal kasih lampu biar kelihatan lubangnya, ini lubang semua tapi lampu nggak ada,” tulisnya.

Nada lebih keras datang dari akun syauqi_rmdhn yang menyindir tajam kinerja pemerintah daerah.

“Bayar pajak cuma buat bikin bagus Cibinong,” tulisnya singkat namun menyengat.

Kekesalan serupa diungkapkan akun vinnaadha.
“Buset, pemerintah pada tidur semua kayaknya,” tulisnya.

Komentar paling menyayat datang dari akun lalaaaa.18, yang mengungkap korban jiwa akibat jalan rusak tersebut.

“Tanggal 9 Desember adik saya jatuh di situ karena lubang juga, sempat dibawa ke RS dan akhirnya Allah panggil. Tolong jalannya dibenerin, jangan ada korban lagi,” tulisnya dengan nada duka.

Sementara itu, akun detdetdotdutdit menegaskan bahwa korban bukan hal baru. “Udah banyak yang mati, masih nggak ada tindakan ya? Tolong sentil Pemda/Pemkot Bogor,” tulisnya.

Di sisi lain, akun sinta_fatimah27 menyebutkan bahwa Jalan Raya Parung–Kemang merupakan jalan nasional dan berada di bawah kewenangan Kementerian PUPR. Namun alasan tersebut dinilai tidak bisa dijadikan pembenaran untuk pembiaran.

Pengguna jalan Riyandi (35) menilai pemerintah daerah tetap memiliki tanggung jawab moral dan administratif.

“Pengguna jalan mana tahu ini jalan nasional atau jalan daerah. Yang punya akses komunikasi kan pemerintah setempat. Meski bukan kewenangan langsung, Pemda seharusnya aktif berkoordinasi. Yang dirugikan masyarakat, sementara kewajiban bayar pajak sudah dilakukan,” ujarnya kesal. (cr01/mln)

Share this article