MonitorUpdate.com – Istana Kepresidenan menyoroti serius persoalan jalan berlubang di sejumlah daerah yang dinilai mengancam keselamatan pengguna jalan, terutama di tengah tingginya curah hujan.
Sorotan ini menguat setelah Ardhi Suryaputra, siswa SMK Negeri 34 Jakarta, meninggal dunia akibat kecelakaan yang dipicu lubang jalan di Jalan Matraman Raya, Jakarta Timur, pada Senin (9/2/2026) pagi.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyebut persoalan jalan berlubang kerap dianggap sepele, padahal risikonya bisa berujung fatal.
Baca Juga : Jalur Maut di Bogor: Spanduk Protes Warga Jadi Simbol Perlawanan Rakyat Kecil
“Saya hampir setiap hari mengingatkan seluruh jajaran untuk memperhatikan hal-hal yang kecil seperti ini, tapi berisiko fatal,” kata Prasetyo di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (10/2/2026).
Prasetyo menegaskan, Istana telah berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan guna memastikan perbaikan jalan rusak dilakukan segera, terutama di wilayah rawan kecelakaan selama musim hujan.
“Dengan musim hujan ini banyak jalan yang berlubang. Bahkan di beberapa tempat sudah sampai jatuh korban. Pemerintah tentu sangat prihatin,” ujarnya.
Lebih jauh, Prasetyo mengaitkan penanganan jalan rusak dengan arahan Presiden Prabowo Subianto terkait optimalisasi kemampuan fiskal negara. Menurutnya, hasil efisiensi anggaran seharusnya diprioritaskan untuk kebutuhan yang berdampak langsung bagi masyarakat, termasuk perbaikan infrastruktur jalan.
“Orientasi fiskal kita diarahkan Presiden untuk membantu kepentingan masyarakat. Karena itu, efisiensi terus ditekankan kepada seluruh kementerian dan lembaga,” kata Prasetyo.
Ia menekankan, efisiensi bukan berarti memangkas pelayanan publik, melainkan memangkas kegiatan yang minim manfaat agar anggaran bisa dialihkan ke sektor yang lebih mendesak.
“Efisiensi ini jangan disalahartikan. Yang dikurangi adalah kegiatan yang kurang berdampak, lalu direalokasi untuk kegiatan yang jauh lebih berdampak dan meringankan beban masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Gubernur Jakarta Pramono Anung Wibowo mengungkapkan hasil pemantauan rekaman CCTV menunjukkan kecelakaan yang menewaskan Ardhi dipicu kondisi jalan yang licin dan berlubang, ditambah kendaraan yang melaju dengan kecepatan tinggi.
“Kami sudah memantau hasil CCTV, penyebab kecelakaan adalah jalanan yang licin dan berlubang,” ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Senin (9/2/2026).
Sebagai langkah darurat, Pramono menginstruksikan Dinas Bina Marga DKI Jakarta menutup seluruh lubang jalan, meskipun bersifat sementara, guna mencegah terulangnya korban jiwa.
“Agar hal serupa tidak terjadi kembali, saya sudah memerintahkan Dinas Bina Marga untuk menutup semua jalan berlubang, walaupun bersifat temporer,” katanya.
Kasus ini kembali membuka catatan panjang soal keselamatan infrastruktur jalan perkotaan, sekaligus menguji kecepatan respons pemerintah daerah dan pusat dalam mencegah kecelakaan yang sebenarnya dapat dihindari. (MU01)







