MonitorUpdate.com — Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) menggenjot pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI) campak sebagai langkah memperkuat perlindungan bagi anak usia rentan. Program ini menyasar sekitar 109.000 anak usia 9 hingga 59 bulan di seluruh wilayah.
Langkah tersebut diambil menyusul tren kasus campak yang masih fluktuatif, baik di tingkat nasional maupun regional.
Cakupan imunisasi campak di Provinsi Banten saat ini masih sekitar 55 persen, jauh di bawah ambang batas 95 persen untuk mencapai kekebalan kelompok (herd immunity). Kondisi ini dinilai masih membuka risiko penyebaran, terutama pada anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap.

Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, meminta orang tua tidak menunda imunisasi anak.
“Kami mengajak seluruh orang tua memastikan anak-anaknya mendapat imunisasi lengkap. Ini penting untuk melindungi mereka dari penyakit,” ujar Benyamin, Kamis (2/4/2026).
Menurut dia, keberhasilan program ORI sangat bergantung pada keterlibatan masyarakat, termasuk kader kesehatan di tingkat lingkungan.
“Dengan dukungan pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat, kami optimistis perlindungan kesehatan anak di Tangsel bisa diperkuat,” katanya.
Di lapangan, kader kesehatan berperan aktif melakukan sosialisasi, pendataan sasaran, hingga memastikan kehadiran anak ke posyandu dan puskesmas.
Ketua Tim Kerja Surveilans, Imunisasi, Penanggulangan Krisis, dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Tangsel, Agatha Christie, mengatakan pelaksanaan ORI dilakukan bertahap.
“Imunisasi tambahan ini berlangsung dua minggu di seluruh puskesmas, lalu dilanjutkan satu minggu sweeping untuk menjangkau sasaran yang belum terlayani,” ujarnya.
Ia menegaskan imunisasi menjadi cara paling efektif memutus rantai penularan campak.
“Segera lengkapi imunisasi campak anak mulai 30 Maret hingga 19 April 2026 di fasilitas kesehatan terdekat,” kata Agatha.
Selain anak-anak, masyarakat usia di atas 16 tahun juga dianjurkan melakukan vaksinasi MMR secara mandiri sebagai perlindungan tambahan.
Pemkot Tangsel berharap keterlibatan kader mampu meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus menangkal informasi keliru soal imunisasi.
Dengan pendekatan berbasis komunitas, pemerintah menargetkan cakupan imunisasi meningkat dan risiko penularan campak dapat ditekan. (Advetorial)







![Bareskrim Polri mengungkap kasus penyalahgunaan BBM dan LPG bersubsidi sepanjang 2025-2026. Foto: Bareskrim Polri]](https://monitorupdate.com/wp-content/uploads/2026/04/Bareskrim-Polri-mengungkap-kasus-penyalahgunaan-BBM-dan-LPG-bersubsid.jpeg)


