Akses Jalan Mulai Pulih, Pemerintah Klaim 90 Persen Perbaikan Bencana di Sumatra Rampung

Menko PMK Pratikno menyampaikan perkembangan penanganan bencana di Sumatra. Foto: tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden
Menko PMK Pratikno menyampaikan perkembangan penanganan bencana di Sumatra. Foto: tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden

MonitorUpdate.com — Pemerintah mengklaim pemulihan infrastruktur transportasi di wilayah terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatra Barat (Sumbar) terus menunjukkan progres signifikan. Mayoritas ruas jalan nasional dan provinsi kini kembali terhubung, meski sebagian masih beroperasi terbatas dan rawan risiko.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menyebut, secara bertahap konektivitas antardaerah di kawasan terdampak bencana mulai pulih, seiring pengerahan alat berat dan sumber daya nasional.

“Mayoritas ruas jalan nasional dan provinsi secara bertahap telah kembali terhubung, meskipun sebagian masih beroperasi secara terbatas dan memerlukan kewaspadaan ekstra bagi para pengguna jalan,” kata Pratikno dalam konferensi pers di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (19/12/2025), disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Baca Juga : Prabowo Turun ke Lokasi Bencana Sumbar, Hunian Tetap 70 Meter Persegi Disiapkan untuk Warga

Di Aceh, sejumlah jalur strategis mulai bisa dilalui, di antaranya ruas Lhokseumawe–Langsa, Langsa–Kuala Simpang, Kuala Simpang–batas Sumut, kawasan KEK Arun, jalur Bener Meriah–Takengon, serta Jembatan Awe Geutah. Akses Aceh Tenggara–Gayo Lues dan Banda Aceh–Aceh Tengah via Beutong Ateuh juga berangsur pulih.

“Perbaikan terus dilakukan untuk meningkatkan kelancaran lalu lintas di ruas-ruas tersebut,” ujar Pratikno.

Sementara di Sumatra Utara, konektivitas utama di wilayah Padangsidimpuan, Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, hingga Mandailing Natal pada umumnya telah kembali berfungsi. Namun, pemerintah mengakui masih terdapat titik longsor, jalan ambles, serta penggunaan jembatan darurat yang menuntut kehati-hatian pengguna jalan.

Di Sumatra Barat, khususnya jalur vital Lembah Anai, progres perbaikan dilaporkan telah mencapai sekitar 90 persen. Akses jalan provinsi Padang Pariaman–Agam melalui Malalak sebagian besar juga sudah bisa dilalui, meski masih memerlukan penanganan lanjutan di beberapa titik rawan.

“Untuk percepatan pemulihan ini, alat berat, alutsista, dan berbagai instrumen infrastruktur transportasi terus dikerahkan secara maksimal,” ungkap Pratikno.

Tak hanya sektor transportasi, pemerintah juga memprioritaskan pemulihan layanan dasar. Jaringan listrik di sebagian besar wilayah terdampak telah kembali menyala, sementara pasokan air bersih di Sumbar dan Sumut dilaporkan relatif normal.

Meski demikian, distribusi BBM dan gas masih menghadapi kendala di sejumlah daerah. Pratikno menyebut wilayah seperti Tapanuli Selatan, Mandailing Natal, Bener Meriah, dan Aceh Tengah masih mengalami keterbatasan akibat kondisi geografis dan infrastruktur yang belum sepenuhnya pulih.

Di sisi lain, pemerintah mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap) bagi warga terdampak. Proses pendataan penerima manfaat, penyediaan lahan, hingga konstruksi dilakukan secara terpadu dengan melibatkan kementerian dan lembaga terkait, TNI, Polri, serta pemerintah daerah.

Pemerintah juga menetapkan Sumatra sebagai prioritas nasional penanganan bencana, dengan mengerahkan seluruh sumber daya kementerian dan lembaga ke wilayah terdampak.

“Kita berusaha keras agar Sumatra bisa segera pulih lebih baik, bangkit lebih tangguh, dan tumbuh bersama alam yang lestari serta berkelanjutan,” tegas Pratikno. (MU01)

Share this article