Banjir Bandang Kembali Terjang Maninjau, Jalur Lubuk Basung–Bukittinggi Lumpuh Sementara

Foto: infosumbar
Foto: infosumbar

MonitorUpdate.com — Banjir bandang kembali melanda kawasan Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatra Barat, Kamis (25/12/2025). Luapan Sungai Batang Pisang akibat curah hujan tinggi di wilayah hulu memicu terjangan air bercampur lumpur, batu, dan kayu ke permukiman warga serta menutup akses jalan utama.

Air bah menghantam puluhan rumah warga di Jorong Pasar, Nagari Maninjau. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, dampak material masih dalam proses pendataan oleh pemerintah setempat.

“Air disertai material lumpur berbatuan menerjang puluhan rumah di Jorong Pasar Maninjau,” kata Camat Tanjung Raya, Al Hafid, saat dikonfirmasi. Ia menegaskan, tidak ada korban jiwa, sementara data rumah terdampak dan tingkat kerusakan masih dihimpun.

baca Juga: Korban Banjir Bandang dan Longsor di Tiga Provinsi Tembus 1.090 Jiwa, Ratusan Masih Hilang

Selain permukiman, banjir bandang juga melumpuhkan sementara jalur strategis Lubuk Basung–Bukittinggi. Material lumpur dan bebatuan menutup badan jalan, mengganggu arus lalu lintas dan membahayakan pengguna jalan. Petugas gabungan melakukan pembersihan untuk membuka kembali akses.

Komandan Tim SAR Agam, Atta Priono, menyebut proses evakuasi warga ke lokasi aman berjalan lancar, meski medan berat akibat timbunan material banjir. “Ada warga yang sempat terjebak di dalam mobil, namun segera dievakuasi. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa,” ujarnya.

Banjir bandang ini menambah daftar bencana hidrometeorologi yang berulang di kawasan Maninjau. Sebelumnya, wilayah ini juga terdampak banjir bandang yang dipicu longsor di hulu sungai kawasan Kelok 28, menegaskan kerentanan wilayah tangkapan air di sekitar Danau Maninjau.

Hingga Jumat (26/12/2025), aparat kecamatan bersama BPBD setempat masih melakukan pendataan kerusakan, pembersihan material, serta pemantauan cuaca menyusul potensi hujan susulan. Warga diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama yang bermukim di bantaran sungai dan jalur rawan longsor. (MU01)

Share this article