MonitorUpdate.com – Badan Narkotika Nasional (BNN) menjalin kerja sama strategis dengan PT Bank Syariah Indonesia (BSI) dalam upaya memperkuat pencegahan dan pemberantasan narkotika. Penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) berlangsung di The Tower Bank BSI, Setiabudi, Jakarta Selatan, Senin, (21/7/2025).
PKS ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman yang telah diteken oleh Kepala BNN RI dan Direktur Utama BSI pada 10 Juli 2024. Dalam penandatanganan kali ini, BNN diwakili oleh Sekretaris Utama Tantan Sulistyana, sementara BSI diwakili oleh Direktur Sales & Distribution Anton Sukarna.
“Permasalahan narkoba bukan lagi isu lokal, melainkan masalah global,” kata Tantan dalam sambutannya. Ia mengungkapkan, Indonesia tidak hanya menjadi pasar potensial, tetapi juga lokasi produksi narkotika oleh jaringan internasional. Beberapa laboratorium gelap atau clandestine lab telah ditemukan di Bali, Banten, dan Jawa Barat.
Mengutip World Drug Report 2023, Tantan menyebutkan bahwa prevalensi pengguna narkoba global mencapai 296 juta orang atau sekitar 5,8 persen dari populasi. Di Indonesia sendiri, BNN mencatat sekitar 3,3 juta penyalahguna berusia 15-64 tahun pada 2023. “Sebagian besar dari mereka berada dalam usia produktif, 15 sampai 49 tahun,” ujar Tantan.
Selain itu, Indonesia kini juga menghadapi tantangan baru berupa peredaran New Psychoactive Substances (NPS), yakni zat-zat baru yang meniru efek narkotika. “Dari 1.247 zat yang teridentifikasi secara global, 172 di antaranya telah ditemukan di Indonesia,” ungkap Tantan.
BNN, menurut dia, tak bisa bekerja sendirian. Dukungan dari berbagai pihak—pemerintah, sektor usaha, akademisi, masyarakat, hingga media—diperlukan untuk membendung laju peredaran narkotika.
Direktur Sales and Distribution BSI, Anton Sukarna, menyatakan komitmen institusinya dalam mendukung misi BNN. “Kami mendukung melalui pemanfaatan produk, layanan, dan data perbankan syariah untuk menunjang pemberantasan narkoba,” ujarnya.
Anton juga memaparkan, BSI saat ini mengelola dana giro untuk satu satuan kerja BNN pusat dan 13 satuan kerja BNN provinsi, serta melayani 970 rekening gaji dan 479 rekening pembiayaan pegawai BNN.
BSI mencatatkan pertumbuhan aset 12,01 persen dan laba 10,05 persen secara tahunan per Maret 2025. Anton menambahkan, pihaknya fokus pada pertumbuhan berbasis tiga nilai: hubungan finansial berbasis syariah, hubungan spiritual melalui pengelolaan dana haji dan umrah, serta hubungan sosial lewat pengelolaan zakat.
Sinergi antara BNN dan BSI ini diharapkan mampu memperkuat program Indonesia Bersinar—Indonesia Bersih Narkoba.
(mu01)








