MonitorUpdate.com – Indonesia mengalami deflasi 0,09% di Februari 2025, hal ini ditandai dengan adanya penurunan harga barang dan jasa di beberapa wilayah di Indonesia.
Papua Barat misalnya, mencatat deflasi terdalam (1,98%), sedangkan Papua Pegunungan mengalami inflasi tertinggi (7,99%).
Bedasarkan rilis data inflasi Februari 2025 dari Badan Pusat Statistik (BPS), penurunan harga (deflasi) disebabkan oleh penurunan indeks kelompok pengeluaran seperti di sektor perumahan, energi, dan jasa keuangan.
“Inflasi month-to-month (m-to-m) 0,48%, year-to-date (y-to-d) 1,24%, dan inflasi inti 2,48%.” Rilis BPS, Senin (3/3/2025).
Dalam rilis tersebut, BPS juga mengingatkan kepada para pemangku kepentingan untuk terus memantau perkembangan inflasi guna mengantisipasi dampaknya terhadap perekonomian nasional.
Meski deflasi memberikan dampak positif, perlu diwaspadai potensi dampak negatif inflasi di masa mendatang terhadap daya beli masyarakat, terutama kelompok rentan.
Pemantauan inflasi secara berkelanjutan sangat penting untuk menjaga stabilitas ekonomi dan kesejahteraan Masyarakat. (red/mu01)










