MonitorUpdate.com – Arus peti kemas di seluruh terminal PT Pelindo Terminal Petikemas sepanjang 2025 mencapai 13,34 juta TEUs, tumbuh 6,87 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, capaian tersebut dinilai belum cukup menunjukkan lompatan daya saing logistik nasional yang selama ini digadang pemerintah.
Dari total arus tersebut, peti kemas domestik masih mendominasi sebesar 8,94 juta TEUs, sementara internasional 4,40 juta TEUs. Komposisi ini memunculkan kritik bahwa kinerja logistik Indonesia masih kuat di distribusi internal, tetapi lemah dalam menguasai rantai pasok global.
Ekonom menilai pertumbuhan arus peti kemas BUMN pelabuhan masih sangat bergantung pada proyek pemerintah dan komoditas, bukan hasil industrialisasi dan ekspor manufaktur bernilai tambah tinggi.
Baca Juga : Prabowo Lantik 25 Pejabat Baru: Ada Gubernur Papua, Wamen, hingga Kepala BP BUMN
“Tanpa arah kebijakan industri dan logistik yang konsisten, BUMN pelabuhan hanya menjadi operator arus barang, bukan penggerak daya saing nasional,” kata ekonom senior INDEF Didik J. Rachbini.
Sementara itu, pengamat kebijakan publik Agus Pambagio menyoroti lemahnya peran pemerintah dalam memastikan integrasi antara pelabuhan, kawasan industri, dan regulasi perdagangan. Menurutnya, BUMN logistik kerap berjalan tanpa kerangka kebijakan nasional yang solid.
Pertumbuhan arus peti kemas ini menjadi pengingat bahwa reformasi logistik nasional tidak cukup hanya mengandalkan kinerja operasional BUMN, tetapi membutuhkan kepemimpinan kebijakan yang tegas dan konsisten dari pemerintah. (MU01)










