MonitorUpdate.com – Grup K-pop global BTS resmi memulai rangkaian world tour 2026, menandai comeback penuh mereka setelah menjalani masa hiatus. Kembalinya BTS langsung menjadi sorotan dunia dan menciptakan euforia besar di kalangan penggemar, ARMY, dari berbagai negara.
Sejak pengumuman resmi dirilis, media sosial dipenuhi berbagai tagar terkait comeback BTS dan tur dunia mereka. Antusiasme ini mendorong ribuan penggemar mulai merencanakan perjalanan lintas negara demi menyaksikan langsung penampilan grup beranggotakan tujuh orang tersebut.
Lonjakan minat juga terlihat dari penjualan tiket konser yang terjual habis dalam waktu singkat. Di sejumlah negara, tiket dilaporkan ludes hanya dalam hitungan menit sejak penjualan dibuka. Tingginya permintaan bahkan menyebabkan antrean panjang pada sistem penjualan daring, mencerminkan besarnya daya tarik BTS di tingkat global.
Tak hanya tiket konser, pemesanan hotel di Korea Selatan turut mengalami lonjakan signifikan, terutama di wilayah yang berada di sekitar lokasi konser pembuka. Banyak penggemar dari luar negeri telah memesan akomodasi sejak jauh hari, bahkan sebelum jadwal konser diumumkan secara rinci. Tingkat hunian hotel pun dilaporkan meningkat tajam dan mendekati kapasitas penuh.
Mengutip laporan Korea JoongAng Daily, sejumlah platform pemesanan perjalanan daring pada Senin menunjukkan harga penginapan di distrik Jongno dan Jung, Seoul, melonjak hingga lima kali lipat dari harga akhir pekan biasanya untuk malam sebelum dan hari konser, yakni pada 21 Maret 2026.
Salah satunya adalah Koreana Hotel, hotel bintang empat di dekat Stasiun Gwanghwamun. Hotel tersebut biasanya mematok tarif rata-rata 225.000 won per malam atau sekitar Rp2,7 juta. Namun, untuk tanggal 21 Maret, kamar yang sama ditawarkan dengan harga 1,35 juta won, setara dengan sekitar Rp16,2 juta per malam.
Sementara itu, Hotel President juga mengalami kenaikan harga signifikan. Untuk tanggal yang sama, hotel ini menawarkan kamar dengan harga 443.000 won atau sekitar Rp5,3 juta, naik hampir dua kali lipat dibandingkan harga akhir pekan biasa yang berada di kisaran 205.000 won atau sekitar Rp2,4 juta.
Lonjakan jumlah wisatawan akibat konser BTS ini bahkan membuat pemerintah Korea Selatan ikut turun tangan. Pemerintah bersama otoritas pariwisata dan pemerintah daerah disebut melakukan koordinasi untuk mengantisipasi kepadatan pengunjung, mulai dari pengaturan transportasi umum, pengamanan area konser, hingga pengawasan terhadap ketersediaan dan tarif penginapan.
Konser BTS dinilai tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga membawa dampak besar bagi sektor pariwisata dan perekonomian nasional. Kehadiran jutaan penggemar dari berbagai negara turut menggerakkan industri perhotelan, transportasi, hingga UMKM lokal.
Fenomena ini kembali menegaskan posisi BTS sebagai ikon budaya global. Comeback dan world tour 2026 bukan sekadar pertemuan emosional antara BTS dan ARMY, tetapi juga menunjukkan bagaimana musik K-pop mampu menggerakkan mobilitas penggemar lintas negara dalam skala besar.
Dengan jadwal tur yang mencakup berbagai kota dunia, BTS diprediksi akan kembali mencetak sejarah baru, sekaligus mengukuhkan diri sebagai salah satu grup musik paling berpengaruh di dunia saat ini. (nur)










