Emas Diproyeksi Menguat Jelang Tutup Tahun, Pengamat Prediksi Sentuh Rp 2,7 Juta per Gram

Ilustrasi. Foto: net
Ilustrasi. Foto: net

MonitorUpdate.com — Harga emas diperkirakan masih akan melanjutkan tren penguatan hingga akhir tahun 2025. Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi memproyeksikan harga emas berpeluang menembus level Rp 2,7 juta per gram dalam beberapa hari terakhir jelang pergantian tahun.

Ibrahim menyebut, dalam rentang perdagangan Senin hingga Rabu (29–31 Desember 2025), harga logam mulia berpotensi bergerak di kisaran Rp 2,6 juta hingga Rp 2,7 juta per gram. Proyeksi tersebut sejalan dengan pergerakan harga emas Antam yang pada 27 Desember lalu naik Rp 16 ribu menjadi Rp 2,6 juta per gram, level tertinggi sejak awal Desember.

“Kemungkinan besar sampai akhir tahun harga logam mulia akan menyentuh level Rp 2,7 juta atau setidaknya mendekati angka tersebut,” kata Ibrahim dalam keterangan tertulisnya, Minggu (28/12/2025).

Baca Juga: Harga Emas Antam Tembus Rp2,19 Juta per Gram, Rekor Baru di Tengah Gejolak Ekonomi

Menurut Ibrahim, ada dua faktor utama yang mendorong potensi penguatan harga emas di penghujung tahun. Faktor pertama adalah meningkatnya tensi geopolitik global, khususnya potensi konflik yang melibatkan Amerika Serikat dengan sejumlah negara produsen minyak.

Ia menyoroti Nigeria dan Venezuela sebagai dua negara yang berpotensi terdampak eskalasi konflik. Jika situasi memburuk, kondisi tersebut dinilai dapat memicu lonjakan permintaan aset safe haven, termasuk emas.

“Ketika ketidakpastian global meningkat, investor cenderung mengalihkan dananya ke instrumen yang dianggap lebih aman seperti emas,” ujarnya.

Faktor kedua adalah pelemahan indeks dolar AS. Ibrahim memperkirakan indeks dolar dalam tiga hari perdagangan terakhir tahun ini akan bergerak di kisaran support 97,579 dan resistance 98,398.

Mengacu pada data Trading Economics, dolar AS tercatat bertahan di level 97,9 pada perdagangan Jumat (27/12), yang merupakan posisi terendah sejak awal Oktober 2025. Pelemahan dolar tersebut dipicu ekspektasi pelaku pasar terhadap kebijakan Bank Sentral AS (Federal Reserve) yang diproyeksikan kembali menurunkan suku bunga pada tahun depan.

“Kombinasi faktor geopolitik dan pelemahan indeks dolar inilah yang mempengaruhi fluktuasi harga emas dunia dan logam mulia domestik, yang kemungkinan besar masih akan menguat hingga Rabu, hari terakhir perdagangan tahun ini,” pungkas Ibrahim. (MU01)

Share this article