Erick Thohir Jawab Desakan Mundur: “Amanah Ini Harus Saya Tuntaskan”

Ketua Umum PSSI Erick Thohir: Foto. dok. pssi
Ketua Umum PSSI Erick Thohir: (Foto. dok. pssi)

MonitorUpdate.com – Ketua Umum PSSI Erick Thohir buka suara soal desakan publik agar ia mundur setelah Timnas Indonesia gagal menembus Piala Dunia 2026. Ia menegaskan masih memegang penuh tanggung jawab untuk menuntaskan agenda besar reformasi sepak bola.

Erick Thohir yang juga menjabat sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) ini, menegaskan bahwa dirinya tidak akan melepas jabatannya di tengah meningkatnya tekanan publik imbas kegagalan Timnas Indonesia melaju ke Piala Dunia 2026. Menurutnya, proses pembenahan sepak bola nasional masih jauh dari selesai dan membutuhkan konsistensi serta kesinambungan.

Erick menjelaskan salah satu fondasi transformasi tersebut adalah kehadiran kantor FIFA di Jakarta. Ia menyebut kantor itu bukan hadiah politik, melainkan hasil kesepakatan bersama antara pemerintah dan FIFA untuk mengawasi dan mempercepat modernisasi sepak bola Indonesia.

Baca Juga: PSSI Kantongi 5 Kandidat Pelatih Baru Timnas, Erick: Belum Ada yang Pasti

“Saat itu ada kesepakatan antara pemerintah dan FIFA. Kenapa kantor FIFA ada di sini? Karena untuk mendukung transformasi,” ujar Erick di Jakarta, Sabtu (15/11/2025).

Ia menegaskan bahwa mandat memimpin PSSI bukan sekadar jabatan, melainkan amanah yang harus ia jalankan sampai tuntas. Erick juga menyinggung masa jabatan yang akan berakhir pada 2027, dan membuka ruang bagi siapa pun yang ingin maju dalam pemilihan berikutnya.

“Amanah ini harus saya jalankan dengan penuh tanggung jawab. Kalau 2027 ada pemilihan, silakan. Saya terbuka,” katanya.

Erick meminta publik memberi ruang bagi PSSI untuk bekerja, seraya mengakui bahwa proses perbaikan tidak selalu berjalan mulus. Ia menegaskan dirinya bukan manusia sempurna, namun berkomitmen terus memperbaiki kekurangan.

“Tidak ada manusia yang selalu benar. Kesempatan bekerja ini harus dijalankan dengan keras, sambil memperbaiki kekurangan yang ada,” ucapnya.

Menutup pernyataannya, Erick kembali menekankan sikap terbuka terhadap kritik dan masukan. “Saya tidak menutup diri. Saya terbuka. Saya bertemu banyak pihak, baik di dalam maupun luar negeri,” katanya. (MU01)

Share this article