MonitorUpdate.com – Gerakan perdamaian perempuan lintas negara kian menguat. International Women’s Peace Group (IWPG) Global Region 1 mengirim delegasi aktivis ke Filipina pada 21–24 Juli 2025 untuk memperluas jejaring kerja sama, mulai dari pemerintah daerah hingga media nasional.
Dipimpin Direktur Urusan Internasional IWPG, Hwi-young Lee, rombongan membawa misi ganda: menandatangani nota kesepakatan (MoA) dengan otoritas setempat dan menguatkan pendidikan perdamaian di akar rumput. Agenda juga mencakup peninjauan promosi budaya damai dan peningkatan kapasitas aktivis lokal.
Langkah IWPG langsung mencuri perhatian publik Filipina. Pada 21 Juli, Lee tampil di People’s Television Network (PTV) — stasiun televisi milik pemerintah dengan jangkauan nasional — untuk memaparkan misi organisasi dan perkembangan pendidikan perdamaian di Filipina.
“Saya berharap Filipina tidak lagi sekadar menyerukan perdamaian, tetapi menjadi negara di mana bunga-bunga perdamaian benar-benar bermekaran,” ujar Lee dalam siaran pers yang diterima MonitorUpdate, Jumat (8/8).
IWPG Cabang Manila kini tengah menjajaki kerja sama rutin dengan PTV agar pendidikan perdamaian bisa menjangkau audiens lebih luas.
Dua hari setelah tampil di TV, Lee bersama Kepala Cabang IWPG Manila, April Otadoy, berbicara di udara DWIZ 882 AM. Mereka memaparkan program pendidikan perdamaian di Kapalong dan Hinigaran, didampingi Ruby Victorino dan Dina Stadler dari Zonta Club — mitra baru IWPG yang menandatangani MoA pada kunjungan tersebut.
Kesepakatan ini disebut para aktivis sebagai “titik balik signifikan” dalam upaya membangun perdamaian berbasis peran perempuan di Filipina.
Bagi IWPG, kolaborasi dengan media besar menjadi strategi kunci membangun kesadaran publik. Ke depan, organisasi ini berencana memperkuat kemitraan dengan pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan LSM demi mewujudkan budaya perdamaian yang berkelanjutan di kawasan. (MU01)