Kelola Zakat Rp2,7 Miliar, Al Washliyah Tegaskan Kapasitas Nasional dalam Respons Bencana Sumatera

Ketua Umum Pengurus Besar Al Jam’iyatul Washliyah (PB Al Washliyah), Dr.KH.Masyhuril Khamis, SH,MM (batik motif kuning) menerima secara simbolis zakat PT Herfinta Fam & Plantation . Foto: Istimewa
Ketua Umum Pengurus Besar Al Jam’iyatul Washliyah (PB Al Washliyah), Dr.KH.Masyhuril Khamis, SH,MM (batik motif kuning) menerima secara simbolis zakat PT Herfinta Fam & Plantation . (Foto: Istimewa)

MonitorUpdate.com – Di tengah rangkaian bencana banjir dan tanah longsor yang masih melanda sejumlah wilayah di Sumatera, Al Jam’iyatul Washliyah menegaskan kapasitasnya sebagai lembaga nasional dalam respons kemanusiaan. Organisasi Islam tersebut menerima dan akan mengelola zakat perusahaan senilai Rp2.719.938.580 dari PT Herfinta Farm & Plantation untuk disalurkan kepada korban terdampak.

Penyerahan zakat dilakukan secara simbolis di Kantor Pengurus Besar Al Washliyah, Jalan Jenderal Ahmad Yani No 41, Cempaka Putih Timur, Jakarta Pusat, Senin (23/2/2026).

Ketua Umum PB Al Washliyah, KH Masyhuril Khamis, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan perusahaan perkebunan kelapa sawit tersebut kepada Laznas Al Washliyah Zakat, Infaq dan Sedekah (Laznas Alzis).

Baca Juga: Zakat Ramadan Disorot: PJMI Bongkar Tantangan Pengumpulan, Baznas Tekankan Zakat Profesi 2,5 Persen 

“Kami mengucapkan terima kasih atas penyaluran zakat perusahaan ini. Amanah ini akan segera kami distribusikan kepada masyarakat yang berhak, khususnya korban bencana di Sumatera,” ujar Masyhuril.

Fokus Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh
Direktur Laznas Alzis, Muhammad Affan, menjelaskan dana zakat Rp2,7 miliar tersebut akan difokuskan untuk membantu korban banjir dan tanah longsor di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.

Penyaluran dijadwalkan berlangsung pada akhir Februari 2026, dengan prioritas pada bantuan kebutuhan dasar seperti logistik pangan, perlengkapan darurat, serta dukungan pemulihan awal bagi keluarga terdampak.

“Distribusi akan dilakukan secepatnya agar manfaat zakat benar-benar dirasakan masyarakat dalam situasi darurat,” kata Affan.

Ujian Kapasitas dan Transparansi
PT Herfinta Farm & Plantation merupakan bagian dari Herfinta Group yang bergerak di sektor perkebunan dan pengolahan kelapa sawit (CPO). Berbasis di Sumatera Utara, khususnya Kabupaten Labuhanbatu Selatan, perusahaan ini mengelola ribuan hektare lahan sawit dan fasilitas pengolahan.

Penyaluran zakat korporasi dalam jumlah signifikan ini tidak hanya menjadi bentuk tanggung jawab sosial perusahaan, tetapi juga menguji kapasitas kelembagaan dalam tata kelola dan distribusi dana umat.

Sebagai lembaga amil zakat nasional, Al Washliyah kini memikul ekspektasi publik untuk memastikan dana miliaran rupiah tersebut tersalurkan tepat sasaran, transparan, dan berdampak langsung bagi korban bencana yang masih membutuhkan bantuan berkelanjutan.

Di tengah meningkatnya frekuensi bencana hidrometeorologi di Sumatera, peran lembaga zakat berbasis organisasi masyarakat keagamaan menjadi semakin strategis. Kecepatan distribusi dan akuntabilitas pelaporan akan menjadi indikator utama sejauh mana dana zakat korporasi ini mampu menjawab kebutuhan riil di lapangan. (MU01)

Share this article