MonitorUpdate.com – Jumlah korban meninggal akibat bencana banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat kembali melonjak. BNPB mengonfirmasi total korban tewas kini mencapai 990 orang.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis pemutakhiran data korban bencana banjir dan longsor yang melanda tiga provinsi di Sumatra. Berdasarkan laporan resmi yang diunggah Kamis, 11 Desember 2025, pukul 19.50 WIB, tercatat 990 warga meninggal dunia.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan temuan terbaru tersebut dalam konferensi pers virtual.
Baca Juga: BNPB: Korban Bencana Sumatra Meningkat Dratis, 883 Meninggal, 520 Hilang
“Ditemukan hari ini sebanyak 21 jasad. Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Sehingga jumlah total korban menjadi 990 jiwa pada hari ini,” ujar Abdul.
Dari 21 jenazah yang ditemukan, 16 di antaranya berasal dari Aceh, khususnya Kabupaten Aceh Utara yang menjadi salah satu wilayah paling terdampak.
Sementara di Sumatra Utara, ditemukan tiga jenazah, masing-masing satu di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Tapanuli Selatan (Tapsel), dan Kota Sibolga.
Adapun di Sumatra Barat, dua jenazah teridentifikasi sebagai korban terbaru dan kini masih dalam proses pemeriksaan lebih lanjut.
BNPB juga merilis perkembangan terkait daftar korban hilang. Dari 252 nama yang tercatat pada Rabu, jumlahnya kini menyusut menjadi 222 nama.
“Artinya berkurang 30 nama setelah kita rekapitulasi kembali bersama kabupaten/kota,” kata Abdul.
Jumlah pengungsi turut mengalami perubahan. Dari sebelumnya 894.501 jiwa, kini tercatat 884.889 jiwa yang masih bertahan di lokasi pengungsian. “Artinya berkurang lebih kurang sebanyak 9.612 jiwa,” jelasnya.
Pemutakhiran data ini menegaskan skala dampak bencana yang melanda Aceh, Sumut, dan Sumbar sejak awal pekan. BNPB menyatakan pendataan lapangan terus dilakukan untuk memastikan akurasi jumlah korban, termasuk pencarian warga yang belum ditemukan. (MU01)








