MonitorUpdate.com – Komisi Yudisial (KY) kembali menggelar wawancara terbuka terhadap 20 calon hakim agung dan 3 calon hakim ad hoc Hak Asasi Manusia (HAM) di Mahkamah Agung (MA). Wawancara publik ini berlangsung selama empat hari, 6–9 Agustus 2025, di Auditorium KY, Jakarta.
Wawancara tersebut menjadi tahapan akhir dalam proses seleksi calon hakim agung dan hakim ad hoc HAM. Ketua KY, Amzulian Rifai, menyebut forum ini tak hanya menjadi ajang uji kompetensi, tetapi juga sarana bagi masyarakat untuk menguji langsung integritas para calon penjaga keadilan tertinggi.
“Wawancara ini menggali lebih dalam visi, misi, komitmen, integritas, dan penguasaan hukum para calon. Publik juga kami beri ruang untuk ikut bertanya secara langsung atau lewat kolom chat YouTube,” kata Amzulian dalam keterangan resmi.
Masyarakat bisa menyimak dan berpartisipasi dalam proses wawancara melalui kanal YouTube resmi Komisi Yudisial RI di https://youtube.com/c/KomisiYudisialRI. Seluruh pertanyaan dari publik yang masuk akan turut dipertimbangkan dalam proses penilaian oleh panel pewawancara.
Para kandidat akan diuji oleh tujuh komisioner KY dan panelis tamu. Di hari pertama, dua pakar turut hadir, yakni Wakil Ketua MA Bidang Yudisial, Suharto (pakar hukum pidana), serta Prof. Ningrum Natasya Sirait (pakar kenegarawanan). (MU01)