Manajemen DSI Dinilai Kacau, Paguyuban Lender Minta Transparansi dan Desak OJK Turun Tangan

Paguyuban Lender DSI. Foto: MSN
Paguyuban Lender DSI. Foto: MSN

MonitorUpdate.com – Paguyuban Lender PT Dana Syariah Indonesia (DSI) menilai perusahaan berada pada titik kritis setelah manajemen gagal memberikan penjelasan dasar mengenai data lender, kondisi kas, dan rencana pemulihan dalam pertemuan virtual terbaru.

Paguyuban Lender DSI kembali menyoroti lemahnya tata kelola perusahaan setelah manajemen dinilai tidak mampu memaparkan arus kas, perubahan ekuitas, dan akurasi data lender. Pertemuan daring yang digelar untuk memberikan klarifikasi justru memperkuat dugaan bahwa perusahaan tidak memahami kondisi keuangannya sendiri.

Baca Juga : Booming Investasi Anak Muda Meningkat, BI–OJK Ingatkan Risiko dan Rayuan ‘Cuan Instan’

Dalam forum itu, manajemen menyebut hanya tersedia dana pemulihan Rp 3,5 miliar untuk dibagikan kepada 14.000 lender. Namun data penerima dinilai tidak akurat, sementara jumlah dana tersebut hanya setara 0,2 persen dari total kewajiban DSI.

Paguyuban juga menyoroti minimnya progres penagihan borrower sejak Oktober serta tidak adanya peningkatan kas perusahaan. Sumber-sumber pemulihan seperti penjualan aset jaminan, penjualan kantor, hingga pencarian investor disebut masih sebatas rencana tanpa kejelasan waktu.

Manajemen turut mengakui adanya kasus over appraisal yang menyebabkan nilai jaminan lebih rendah dari kewajiban, sehingga tidak mampu menutup pengembalian kepada lender.

Paguyuban mendesak DSI menyalurkan dana Rp 3,5 miliar secara proporsional menggunakan data lender yang valid, serta menegaskan siap menempuh jalur hukum apabila manajemen terus gagal memberikan transparansi.

DSI menyatakan memiliki dokumen extra balance sheet yang memuat aliran dana dan posisi borrower, namun belum dapat dipublikasikan sebelum mendapat izin OJK. Paguyuban menegaskan OJK harus memastikan proses pemulihan berlangsung terbuka dan menjamin perlindungan konsumen secara penuh. (MU01)

Share this article