Menjelang Tutup Tahun, Pemkot Tangsel Ngebut Bersihkan Sampah di Titik Kritis

Foto: Istemewa
Foto: Istemewa

MonitorUpdate.com — Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) mengebut penanganan tumpukan sampah di sejumlah ruas jalan protokol dan titik kritis menjelang pergantian tahun 2025. Pemkot memastikan proses pembersihan dilakukan secara menyeluruh agar aktivitas warga di akhir tahun tidak terganggu.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tangsel, Tubagus Asep Nurdin, mengatakan seluruh sumber daya dikerahkan untuk mempercepat pengangkutan sampah, terutama di lokasi yang sempat mengalami penumpukan dan berdampak langsung terhadap lalu lintas serta kesehatan lingkungan.

“Pemerintah Kota Tangerang Selatan bekerja tanpa henti di lapangan. Fokus utama kami adalah titik-titik yang berpengaruh langsung pada aktivitas warga, agar kondisi kota kembali bersih dan terkendali,” ujar Asep dalam keterangan resmi, Selasa (30/12/2025).

Baca Juga: Darurat Sampah Tangsel, Pemkot Buka Lagi TPA Cipeucang: Lindungi 1,4 Juta Warga, Hak Warga Tetap Dihormati

Menurut Asep, penanganan dilakukan secara terencana melalui pemetaan armada dan penjadwalan yang lebih efisien. Langkah ini diambil agar proses pengangkutan tidak bersifat insidental, melainkan terukur hingga ke tahap pemulihan sanitasi di lokasi terdampak.

“Pengangkutan tidak boleh sporadis. Kami instruksikan agar dibarengi pengendalian bau dan pembersihan menyeluruh, supaya risiko gangguan kesehatan masyarakat dapat ditekan selama masa transisi akhir tahun,” jelasnya.

Pemkot Tangsel menempatkan isu sampah sebagai agenda prioritas pelayanan publik di penghujung 2025. Kondisi ini, kata Asep, sekaligus menjadi evaluasi terhadap sistem pengelolaan sampah yang selama ini berjalan, menyusul masih ditemukannya titik-titik rawan penumpukan di wilayah perkotaan.

Ia menyebut pemerintah daerah telah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk memperkuat tata kelola persampahan pada 2026, meski belum merinci kebijakan teknis yang akan diterapkan.

Di sisi lain, Pemkot juga mendorong keterlibatan masyarakat dalam pengurangan sampah dari sumbernya. Partisipasi warga dinilai krusial untuk mempercepat pemulihan kebersihan kota dan mencegah masalah serupa terulang.

“Kami memastikan pemerintah tetap hadir dan bekerja di lapangan hingga kondisi benar-benar normal. Ini komitmen kami menutup tahun dengan kerja nyata, agar layanan kebersihan tetap optimal dan warga merasa nyaman,” pungkas Asep. (MU01)

Share this article