Minat KPR Syariah Naik, Pasutri Diingatkan Siapkan Dana Darurat Sebelum Beli Rumah

Ilustrasi. Foto: Pinhome
Ilustrasi. Foto: Pinhome

MonitorUpdate.com – Minat pasangan suami istri (pasutri) baru terhadap kepemilikan rumah melalui skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) syariah menunjukkan tren peningkatan. Namun, perencana keuangan mengingatkan agar pembelian rumah tetap didahului kesiapan dana darurat dan perhitungan arus kas yang matang.

Platform properti digital Pinhome mencatat kenaikan minat KPR syariah sebesar 4 persen pada Semester I 2025 dibandingkan Semester II 2024. Peningkatan ini dinilai mencerminkan preferensi masyarakat terhadap skema pembiayaan dengan cicilan tetap dan akad transparan.

CEO & Founder Pinhome, Dayu Dara Permata, mengatakan tren tersebut menunjukkan meningkatnya ketertarikan masyarakat terhadap sistem pembiayaan tanpa bunga yang menawarkan kepastian cicilan dalam jangka panjang.

Baca Juga: Ombudsman Soroti Keamanan Dokumen KPR, BTN Dinilai Bisa Jadi Model Nasional

“KPR syariah menawarkan kepastian cicilan dan akad yang transparan sehingga dinilai memberi rasa aman dalam perencanaan keuangan,” ujar Dara dalam keterangan resmi.

Dalam sesi diskusi daring bertajuk “New Chapter, New Home: Financial Hacks for Newlyweds”, Pinhome menghadirkan Sharia Financial Advisor Safi Dewi untuk membahas strategi keuangan bagi pasutri yang ingin membeli rumah pertama.

Safi menegaskan bahwa indikator utama kesiapan membeli rumah adalah tersedianya dana darurat minimal enam bulan kebutuhan hidup.

“Idealnya, dana darurat diselesaikan terlebih dahulu sebelum menabung kebutuhan lain seperti rumah,” kata Safi.

Selain dana darurat, pasutri juga disarankan telah menyiapkan tabungan uang muka (DP) beserta biaya tambahan di luar DP, memiliki dana cadangan, proteksi berbasis prinsip syariah, serta tetap mampu menabung untuk tujuan keuangan lainnya.

Menurutnya, perencanaan pembelian rumah harus mempertimbangkan kemampuan finansial secara menyeluruh, termasuk kesiapan DP dan kemampuan membayar cicilan sesuai arus kas bulanan.

“Tidak harus ideal. Yang terpenting cicilan tetap terjangkau dan tidak mengganggu pos finansial lainnya,” ujarnya.

Safi menyebut tiga faktor utama yang perlu diperhatikan sebelum membeli rumah, yakni harga properti, lokasi, serta kesesuaian nominal cicilan dengan kondisi keuangan.

Terkait KPR syariah, ia mengingatkan pasutri untuk memahami mekanisme akad sejak awal, mengetahui total harga rumah secara transparan, serta menghitung secara realistis besaran uang muka yang dapat disiapkan. Pemilihan bank syariah dengan program yang jelas dan kredibel juga menjadi pertimbangan penting.

Sebagai bagian dari layanan pembiayaan, Pinhome menyatakan telah bermitra dengan lebih dari 25 bank syariah dan konvensional, antara lain Bank Muamalat Indonesia, Bank Syariah Indonesia, dan CIMB Niaga Syariah.

Platform tersebut juga menyediakan fitur simulasi KPR serta layanan bantuan pengajuan KPR tanpa biaya untuk membantu calon pembeli memperoleh rekomendasi sesuai kemampuan finansial.

Dengan tren minat KPR syariah yang meningkat, perencana keuangan menekankan agar keputusan membeli rumah tetap dilandasi perhitungan rasional agar tidak membebani kondisi keuangan keluarga di masa depan. (MU01)

Share this article