New York Catat Sejarah Baru, Zohran Mamdani Dilantik sebagai Wali Kota Muslim Pertama

Zohran Mamdani Dilantik sebagai Wali Kota Muslim Pertama di New York. Foto: MI
Zohran Mamdani Dilantik sebagai Wali Kota Muslim Pertama di New York. (Foto: MI)

MonitorUpdate.com — Kota New York mencatat sejarah baru pada pergantian tahun, Rabu (1/1/2026). Untuk pertama kalinya, kota global yang menjadi pusat keuangan dunia dan markas Perserikatan Bangsa-Bangsa itu resmi dipimpin oleh seorang wali kota beragama Islam.

Zohran Mamdani dilantik sebagai Wali Kota New York dalam sebuah prosesi yang berlangsung khidmat di halaman Balai Kota, disaksikan ribuan warga di tengah suhu musim dingin yang menusuk. Pelantikan ini menjadi tonggak penting, tidak hanya bagi komunitas Muslim dan imigran, tetapi juga bagi wajah kepemimpinan di kota paling majemuk di Amerika Serikat.

Prosesi pelantikan Mamdani sarat makna simbolik. Ia mengucapkan sumpah jabatan dengan meletakkan tangan di atas dua mushaf Al-Qur’an. Salah satunya merupakan Al-Qur’an milik keluarga yang digunakan kakek-neneknya untuk mengajarkan Islam sejak kecil. Mushaf lainnya adalah Al-Qur’an kuno koleksi Perpustakaan Kota New York, yang diperkirakan berasal dari abad ke-16.

Baca Juga: Prabowo Bertolak ke New York, Siap Sampaikan Pidato Perdana di Sidang Umum PBB

Dua mushaf tersebut merepresentasikan ikatan spiritual personal sekaligus tanggung jawab publik Mamdani sebagai pemimpin bagi 8,5 juta warga New York dari berbagai latar belakang.

Pelantikan ini juga menampilkan potret pluralisme New York secara nyata. Selain Mamdani, dua pejabat tinggi kota turut diambil sumpahnya dalam prosesi yang sama. City Comptroller Mark Levine bersumpah di atas Taurat, sementara Public Advocate Jumane Williams menggunakan Injil.

Kehadiran tiga kitab suci—Al-Qur’an, Taurat, dan Injil—dalam satu panggung pelantikan menegaskan identitas New York sebagai kota dengan keberagaman yang hidup.

Sejumlah tokoh nasional dan negara bagian hadir dalam acara tersebut, di antaranya Senator Chuck Schumer, Senator Bernie Sanders, anggota Kongres Alexandria Ocasio-Cortez (AOC), Gubernur New York Kathy Hochul, serta para mantan wali kota New York, termasuk Bill de Blasio dan Eric Adams. AOC membuka rangkaian acara dengan sambutan, sementara Senator Bernie Sanders memimpin langsung prosesi pelantikan.

Imam New York sekaligus tokoh Muslim Indonesia di Amerika Serikat, Dr. Shamsi Ali, Lc, PhD, turut hadir sebagai undangan khusus. Ia terlibat sebagai anggota tim transisi wali kota.

“Ini bukan sekadar pelantikan, tetapi awal dari babak baru sejarah Kota New York,” ujar Shamsi Ali, yang juga Direktur Jamaica Muslim Center, New York.

Dalam pidato perdananya berdurasi sekitar 25 menit, Mamdani menegaskan dirinya akan menjadi wali kota bagi seluruh warga New York, tanpa memandang pilihan politik, latar belakang etnis, maupun agama.

“Hari ini, era baru New York dimulai. Harapan harus kembali menyala, bahkan di tengah dinginnya Januari,” kata Mamdani di hadapan massa.

Ia menolak menurunkan ekspektasi publik dan menyatakan akan memimpin dengan target besar serta keberanian politik. Salah satu agenda yang disorot adalah rencana pembentukan Department of Community Safety, lembaga baru yang akan menangani krisis kesehatan mental dan persoalan sosial, sementara kepolisian difokuskan kembali pada fungsi pengamanan inti.

Di bidang ekonomi, Mamdani mengumumkan rencana reformasi pajak properti, peningkatan pajak korporasi, serta kenaikan pajak penghasilan bagi warga dengan pendapatan di atas 1 juta dolar AS per tahun. Ia secara terbuka menyatakan identitasnya sebagai demokrat sosialis dan menegaskan tidak akan berkompromi dengan prinsip, meskipun kerap dicap radikal oleh lawan-lawan politiknya.

Menutup pidatonya, Mamdani mengajak warga New York meninggalkan individualisme sempit menuju solidaritas kolektif. Ia menekankan bahwa ukuran keberhasilan kepemimpinan bukan sekadar kemenangan elektoral, melainkan dampak nyata terhadap kehidupan sehari-hari warga.

Komitmen inklusivitas menjadi benang merah kepemimpinan Mamdani. Ia menyebut berbagai komunitas—Italia, Irlandia, Hispanik, Afrika, Yahudi, hingga Muslim Palestina di Brooklyn—sebagai bagian tak terpisahkan dari identitas New York.

Pelantikan Zohran Mamdani menandai hadirnya kepemimpinan Muslim di jantung kota paling berpengaruh di dunia, dengan nilai-nilai keadilan, keberagaman, dan kemanusiaan sebagai pijakan utama. (MU01)

Share this article