Pemkot Tangsel Perkuat Perlindungan Sosial, Ratusan Bansos Disiapkan untuk Warga Kurang Mampu

Pemkot Tangsel menyiapkan Bantuan Sosial (BANSOS) daerah bagi 350 warga penerima manfaat yang tersebar di tujuh kecamatan di Kota Tangerang Selatan. Foto: Dok. Kominfo dan Humas Tangsel)
Pemkot Tangsel menyiapkan Bantuan Sosial (bansos) daerah bagi 350 warga penerima manfaat yang tersebar di tujuh kecamatan di Kota Tangerang Selatan. (Foto: Dok. Kominfo dan Humas Tangsel)

MonitorUpdate.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) terus memperkuat program perlindungan sosial bagi masyarakat kurang mampu. Melalui Dinas Sosial (Dinsos), Pemkot Tangsel menyiapkan ratusan bantuan sosial (bansos) pada tahun anggaran 2026 untuk membantu meringankan beban kebutuhan masyarakat.

Program ini menjadi salah satu langkah konkret pemerintah daerah dalam menjaga daya beli masyarakat sekaligus memastikan kelompok rentan tetap mendapatkan dukungan sosial yang memadai.

Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos Kota Tangsel, Yasir Arafat, mengatakan pada tahun 2026 ini pemerintah daerah menyiapkan bantuan sosial bagi 350 warga penerima manfaat yang tersebar di tujuh kecamatan di Kota Tangerang Selatan.

Penyaluran bantuan akan dilakukan secara bertahap, dengan sebagian wilayah menjadi prioritas pada momentum bulan Ramadan.

“Untuk tahun ini bantuan diberikan kepada 350 orang yang tersebar di tujuh kecamatan. Rencananya pada bulan puasa ini akan disalurkan terlebih dahulu di tiga kecamatan,” ujar Yasir, Rabu (4/3/2026).

Ia menjelaskan, para penerima bantuan merupakan masyarakat kurang mampu yang telah terdata dalam Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) pada desil 1 hingga 5. Basis data tersebut menjadi rujukan pemerintah dalam menentukan sasaran penerima berbagai program perlindungan sosial agar penyalurannya tepat sasaran.

Menurut Yasir, bantuan sosial yang disiapkan Pemkot Tangsel merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari, terutama bagi keluarga yang berada dalam kondisi ekonomi rentan.

“Bantuan tersebut disalurkan sebagai bentuk perhatian dan komitmen Pemerintah Kota Tangsel dalam membantu pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat,” jelasnya.

Selain program bansos dari pemerintah daerah, Dinas Sosial Tangsel juga memastikan penyaluran bantuan dari pemerintah pusat berjalan dengan baik di wilayah Kota Tangerang Selatan.

Salah satu program yang telah berjalan adalah Program Keluarga Harapan (PKH) dari Kementerian Sosial. Untuk PKH tahap pertama tahun 2026, tercatat 18.023 keluarga penerima manfaat (KPM) di Tangsel telah menerima bantuan yang mulai disalurkan sejak 8 Februari 2026.

Program ini menyasar keluarga prasejahtera yang memiliki komponen penerima manfaat tertentu, seperti anak usia sekolah, ibu hamil, balita, lansia, maupun penyandang disabilitas.

Adapun sebaran penerima bantuan PKH tahap pertama di tujuh kecamatan di Kota Tangerang Selatan meliputi:
Pamulang: 4.426 KPM
Ciputat: 3.307 KPM
Pondok Aren: 2.722 KPM
Setu: 2.285 KPM
Serpong: 2.091 KPM
Ciputat Timur: 2.050 KPM
Serpong Utara: 1.142 KPM

Melalui program PKH, bantuan diberikan berdasarkan beberapa komponen utama. Pada komponen pendidikan, bantuan diberikan kepada anak yang masih menempuh pendidikan di tingkat SD, SMP, hingga SMA. Sementara pada komponen kesehatan, bantuan diberikan kepada balita dan ibu hamil untuk mendukung peningkatan kualitas kesehatan keluarga.

Selain itu terdapat pula komponen sosial yang menyasar kelompok rentan seperti lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas.

“Bantuan diberikan dalam bentuk uang yang dapat diakses melalui ATM masing-masing penerima manfaat dengan bank Himbara BNI,” terang Yasir.

Penyaluran bantuan melalui sistem perbankan tersebut diharapkan dapat mempermudah akses masyarakat sekaligus meningkatkan transparansi dalam proses distribusi bantuan sosial.

Pemerintah Kota Tangerang Selatan berharap berbagai program perlindungan sosial yang dijalankan, baik dari pemerintah daerah maupun pemerintah pusat, dapat memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat.

Selain membantu mengurangi beban pengeluaran rumah tangga, bantuan sosial juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui dukungan pendidikan dan kesehatan bagi keluarga penerima manfaat.

“Semoga bantuan yang disalurkan dapat meringankan pengeluaran keluarga penerima manfaat, sekaligus membantu memutus rantai kemiskinan antar generasi dan mendorong masyarakat menjadi lebih produktif,” pungkas Yasir.

Melalui berbagai program tersebut, Pemkot Tangsel terus berupaya memastikan bahwa pembangunan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada penguatan jaring pengaman sosial bagi masyarakat yang membutuhkan. (Advetorial)

Share this article