Prihatin Kondisi Jalan Rusak, Warga Desa Pabuaran Lakukan Perbaikan Secara Swadaya

Monitor Update– Kondisi Jalan Raya di depan Masjid Jami Al-Ittihad, Kp Cikarang Desa Pabuaran RT 004/RW 007 Kecamatan Gunung Sindur Kabupaten Bogor yang mengalami kerusakan parah diperbaiki warga secara swadaya, Minggu (02/02/2025).

Kegiatan gotong royong yang juga meminta bantuan dari petugas PUPR setempat itu, dimulai sekira pukul 09.00 WIB. Kemacetan panjang pun tak terhindarkan. Kendaraan yang melintas dari arah Parung menuju Serpong dan sebaliknya mau tidak mau harus bersabar menunggu proses kegiatan berlangsung.

Asep Sudarja yang akrab disapa Badru, salah seorang tokoh warga Desa Pabuaran kepada Monitor Update mengungkapkan bahwa, kegiatan hari ini Minggu (02/02/2025) merupakan inisiatif salah satu tokoh masyarakat yang ada di desanya untuk mengambil langkah agar lubang-lubang besar di jalan tersebut bisa tertutup sementara. Sambil menunggu perbaikan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengingat jalan tersebut merupakan jalan provinsi.

“Ini inisiatif dari tokoh masyarakat desa kita ( Pabuaran). Karena sangat prihatin dengan kondisi jalan yang selama ini menimbulkan kemacetan karena kondisinya yang rusak,” kata Badru di lokasi kegiatan.

Badru juga menjelaskan, kegiatan perbaikan jalan pengurukan dengan batu makadam tersebut ia meminta bantuan sejumlah petugas PUPR yang ada di wilayah.

“Kalau warga akan kesulitan mengerjakannya. Soalnya alat -alat yang dibutuhkan ngga punya,” tambahnya. Kegiatan gotong royong juga melibatkan Ketua Karang Taruna Desa Pabuaran, Supriyadi, Ketua RW 007 Kp Cikarang, dan disaksikan Babinmas dari Polsek Gunung Sindur.

Sementara itu, tokoh masyarakat Desa Pabuaran, Mad Aidin berharap diperbaikinya jalan Raya di depan Masjid Jami Al-Ittihad semoga bisa membuat laluintas kendaraan jadi lancar kembali. Dan mengurangi resiko terjadinya kecelakaan.

” Kasihan juga warga yang melintas. Kalau jalannya berlobang-lobang. Yang mau kerja. Antar anak sekolah jadi terhambat. Dengan ditutup batu makadam minimal kendaraan jadi lancar kembali, walaupun bersifat sementara,” ujarnya.

Menurut Mad Aidin, hal terpenting yang harus segera dilakukan agar jalan tetap awet. Yakni pembuatan saluran air. Sehingga tidak tergenang ke tengah jalan. Namun sebelum gotong royong memperbaiki saluran air tetap harus berkoordinasi dulu dengan pemerintah di tingkat provinsi Jawa Barat.

” Agar Gunung Sindur jadi lebih nyaman, Saya berharap ke depan ada kepedulian dari semua pihak yang peduli Gunung Sindur. Seperti penanganan sampah, penerangan jalan, saluran air, perbaikan jalan. Harus bersama-sama kita lakukan,” pungkasnya.

(mu01)

Share this article