PSSI Akhiri Kekosongan, John Herdman Resmi Tangani Timnas Indonesia

Foto: Instagram.com/@johnherdman
Foto: Instagram.com/@johnherdman

MonitorUpdate.com — Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) akhirnya mengakhiri masa tanpa pelatih Tim Nasional Indonesia. John Herdman resmi ditunjuk sebagai pelatih baru Timnas Indonesia pada Sabtu (3/1/2026), menggantikan Patrick Kluivert yang berpisah dengan skuad Garuda sejak Oktober 2025.

Pelatih asal Inggris itu dikontrak dengan skema jangka panjang selama dua tahun, disertai opsi perpanjangan dua tahun. Tidak hanya menangani tim senior, Herdman juga dipercaya memegang peran ganda sebagai pelatih Timnas U-23—sebuah langkah yang menandai perubahan pendekatan PSSI dalam pembangunan tim nasional.

“John Herdman dikontrak dengan skema jangka panjang 2+2 tahun dan diberi peran ganda sebagai pelatih Timnas Senior dan U-23,” demikian pernyataan resmi PSSI melalui laman Kita Garuda, Sabtu (3/1/2026).

Baca Juga: PSSI Pecat Patrick Kluivert, Bursa Pelatih Timnas Langsung Memanas

PSSI menegaskan, penunjukan Herdman bukan sekadar solusi jangka pendek, melainkan bagian dari proyek berkelanjutan. Langkah ini menjadi sinyal bahwa federasi mulai meninggalkan pendekatan instan yang kerap mewarnai perjalanan Timnas Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.

Sebelum diumumkan secara resmi, Herdman telah memaparkan pandangannya mengenai sepak bola Indonesia dalam pertemuan awal dengan PSSI pada pertengahan Desember 2025. Dalam pernyataannya, ia menyebut Indonesia sebagai tantangan besar yang sarat makna.

“Indonesia bukan sekadar pekerjaan, ini adalah panggilan untuk transformasi,” ujar Herdman, dikutip dari rilis PSSI.

Ia menilai sepak bola Indonesia memiliki potensi besar, baik dari sisi talenta maupun dukungan publik. “Saya melihat potensi yang luar biasa, gairah yang tak tertandingi, dan kerinduan yang mendalam dari jutaan penggemar,” katanya.

Menariknya, Herdman menegaskan tidak datang untuk membawa pendekatan asing secara mentah. Ia justru ingin membangun tim dengan fondasi budaya lokal. “Saya tidak datang untuk memaksakan budaya asing, saya datang untuk menggali dan memuliakan budaya sepak bola Indonesia,” ujarnya.

Dalam hal filosofi, Herdman menekankan pentingnya persatuan dan identitas tim. Ia menyebut konsep Brotherhood sebagai kunci dalam membangun Timnas Indonesia ke depan.

“Filosofi saya adalah membangun Brotherhood yang kuat, di mana setiap pemain—baik naturalisasi maupun lokal—merasa aman, dihargai, dan memiliki tujuan yang sama,” kata pelatih berusia 50 tahun tersebut.

Ia juga menegaskan target pembentukan identitas baru skuad Garuda. “Kami akan menciptakan identitas Garuda yang baru, yang tangguh secara taktik dan tidak terkalahkan dalam semangat,” ujarnya.

Secara rekam jejak, Herdman bukan nama sembarangan di level internasional. Ia tercatat sebagai satu-satunya pelatih yang pernah membawa tim nasional putri dan putra dari satu negara lolos ke Piala Dunia FIFA. Bersama Kanada, Herdman mengantarkan Timnas Putri tampil di Piala Dunia 2007 dan 2011, serta membawa Timnas Putra Kanada lolos ke Piala Dunia 2022.

Penunjukan John Herdman kini menjadi ujian konsistensi bagi PSSI. Kontrak jangka panjang dan peran ganda yang diemban sang pelatih menuntut dukungan sistem, kompetisi yang sehat, serta kesabaran publik—agar proyek besar yang dijanjikan tak kembali berakhir di tengah jalan. (MU01)

Share this article