PSSI Beri Kuasa Penuh ke John Herdman, Indra Sjafri Tak Masuk Radar Asisten Timnas

John Herdman. Foto: The New York Times
John Herdman. Foto: The New York Times

MonitorUpdate.com — Era baru Timnas Indonesia resmi dimulai. PSSI memberikan hak prerogatif penuh kepada pelatih kepala John Herdman untuk menyusun staf kepelatihan, termasuk menentukan siapa yang akan menjadi asisten, tanpa intervensi federasi.

Keputusan tersebut sekaligus menepis isu yang sempat berkembang soal kemungkinan Indra Sjafri masuk dalam jajaran asisten pelatih Timnas Indonesia. Hingga saat ini, nama pelatih yang membawa Indonesia juara Piala AFF U-19 itu disebut tidak masuk dalam skema Herdman.

Sumber internal federasi menyebut, Herdman menginginkan tim kepelatihan yang benar-benar satu frekuensi secara filosofi dan pendekatan taktik. PSSI pun menghormati penuh keputusan tersebut sebagai bagian dari penyegaran dan regenerasi Timnas.

Baca Juga: PSSI Akhiri Kekosongan, John Herdman Resmi Tangani Timnas Indonesia

Alih-alih mengandalkan nama besar lama, radar federasi justru mengarah pada sosok-sosok yang dinilai lebih segar dan dekat dengan dinamika pemain saat ini. Sejumlah legenda muda seperti Kurniawan Dwi Yulianto, Zulkifli Syukur, hingga Nova Arianto disebut masuk dalam pertimbangan sebagai “jembatan” antara pelatih kepala dan pemain.

Langkah ini dinilai sejalan dengan visi Herdman yang menekankan konsep brotherhood—kesetaraan, profesionalisme, dan prestasi—tanpa membedakan latar belakang pemain, baik lokal maupun naturalisasi. Dalam konteks tersebut, nama Ezra Walian kembali mencuat.

Penyerang Persik Kediri itu tengah menunjukkan performa impresif di Liga 1 musim ini dengan catatan lima gol dan enam assist. Ezra dinilai memiliki karakter pemain serbabisa yang dibutuhkan Herdman untuk membangun skema permainan modern.

Herdman sendiri menargetkan Timnas Indonesia mampu menembus 100 besar peringkat FIFA. Target ambisius itu membutuhkan konsistensi, kedalaman skuad, serta mentalitas kompetitif di semua level.

Namun, di tengah optimisme pembenahan Timnas, wajah sepak bola nasional kembali tercoreng oleh insiden kekerasan di kompetisi Liga 4. Laga antara Putra Jaya Pasuruan kontra Perseta Tulungagung diwarnai aksi brutal, termasuk tendangan keras ke arah dada pemain lawan yang memicu kericuhan massal.

Insiden tersebut menjadi alarm serius bagi PSSI. Jika tidak ditangani tegas dan transparan, kekerasan di level akar rumput berpotensi merusak citra sepak bola nasional yang tengah dibangun di level Timnas.

Investigasi menyeluruh dan sanksi tegas dinilai mutlak diperlukan. Tanpa pembenahan mentalitas dan pembinaan yang konsisten dari bawah, prestasi Timnas yang sedang dirajut berisiko runtuh oleh persoalan klasik di kompetisi domestik. (MU01)

Share this article