MonitorUpdate.com — Kasus dugaan keracunan massal kembali mencoreng program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sedikitnya 261 pelajar dan santri di Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, dilaporkan mengalami gejala keracunan usai menyantap menu MBG berupa soto ayam yang dipasok SPPG Yayasan Bina Bangsa Semarang 03.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto, Dyan Anggrahini Sulistyowati, menyebut jumlah korban terus bertambah dibandingkan sehari sebelumnya yang tercatat 152 anak. Dari total korban yang terdata melalui posko kesehatan, 112 anak masih menjalani perawatan, sementara sisanya sudah diperbolehkan pulang atau rawat jalan.
“Total yang ditangani melalui posko mencapai 261 anak. Rinciannya, 140 anak rawat jalan, 112 dirawat di puskesmas dan rumah sakit, serta 9 anak masih dirawat di posko,” ujar Dyan dalam keterangannya, Minggu (11/1/2026).
Baca Juga: 6.000 Lebih Pelajar Keracunan Diduga Akibat Program Makan Bergizi Gratis, Kapolri Turun Tangan
Korban dirawat di sejumlah fasilitas kesehatan, di antaranya Puskesmas Pacet, Gondang, dan Kutorejo, serta beberapa rumah sakit, seperti RSUD Prof dr Soekandar, RS Sumberglagah, RS Kartini, RS Mawaddah Medika, dan RSI Arofah.
Dyan menegaskan, angka 261 korban belum mencerminkan keseluruhan kasus. Pasalnya, terdapat sejumlah pelajar dan santri yang datang secara mandiri ke rumah sakit maupun puskesmas karena mengalami gejala serupa.
“Itu di luar pasien yang datang mandiri. Misalnya, di RSUD Prof dr Soekandar masih ada tambahan 13 pasien,” ungkapnya.
Gejala klinis yang dialami para korban umumnya berupa pusing, mual, muntah, demam, dan diare, yang mulai dirasakan sejak Jumat malam (9/1/2026) hingga Sabtu pagi (10/1/2026), beberapa jam setelah menyantap MBG.
Menyikapi kejadian tersebut, Komando Distrik Militer (Kodim) 0815 Mojokerto memutuskan menghentikan sementara operasional SPPG Yayasan Bina Bangsa Semarang 03, yang berlokasi di Dusun Rejeni, Desa Wonodadi, Kutorejo.
“SPPG ini kami setop sementara. Saat ini masih dilakukan investigasi menyeluruh,” kata Dandim 0815 Mojokerto Letkol Inf Abi Swanjoyo, Sabtu (10/1/2026).
Abi menyebutkan, investigasi dilakukan secara gabungan dengan melibatkan Polres Mojokerto, Kodim 0815, Dinas Kesehatan, serta perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk memastikan penyebab keracunan.
“Kalau memang ada unsur kelalaian, akan kami sesuaikan tindakannya. Jika ditemukan unsur pidana, tentu akan diproses secara tegas,” ujarnya.
Kasus ini menambah daftar sorotan terhadap pengawasan mutu dan keamanan pangan dalam program Makan Bergizi Gratis, yang sejatinya bertujuan meningkatkan kesehatan dan gizi peserta didik. Hingga kini, hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan masih ditunggu untuk memastikan sumber keracunan. (MU01)










