MonitorUpdate.com – Terdamparnya sekitar 4.800 meter kubik kayu gelondongan berlabel Kemenhut di Pantai Tanjung Setia membuka tanda tanya besar soal integritas pengawasan hasil hutan di Indonesia.
Kementerian Kehutanan menyebut kayu tersebut berasal dari kecelakaan kapal pengangkut milik PT Minas Pagai Lumber dari Mentawai, Sumatra Barat. Namun, insiden jatuhnya ribuan kubik kayu di laut tanpa pengamanan memicu kecurigaan publik.
Data yang dihimpun di lapangan mengungkap sebagian kayu masih utuh berbarcode, namun sebagian lainnya ditemukan tanpa pengamanan tambahan, menimbulkan dugaan adanya celah distribusi dalam rantai pasok kayu legal.
Baca Juga: Viral Video Penebangan Kayu di Pesisir Barat, Polisi Segel Lokasi dan Periksa Saksi
Kapolda Lampung menyatakan pihaknya masih memverifikasi keabsahan dokumen perusahaan, termasuk nomor seri barcode dan rekam jejak pengangkutan.
Kasus ini dinilai berpotensi membuka tabir lama dugaan mafia kayu, jika pengawasan laut dan darat terbukti longgar.
Kemenhut dan Polda Lampung dijadwalkan menggelar konferensi pers dalam waktu dekat untuk membuka data lebih rinci ke publik. (MU01)










