MonitorUpdate.com – Kebakaran dahsyat yang melanda gedung Terra Drone di Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (9/12/2025), tidak hanya menyisakan duka, tetapi juga memunculkan tanda tanya besar soal standar keselamatan kerja dan sistem mitigasi kebakaran di gedung teknologi berisiko tinggi.
Hingga pukul 16.15 WIB, polisi mencatat 20 korban tewas, termasuk seorang wanita hamil. Data korban menunjukkan lima laki-laki dan 15 perempuan.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Susatyo Purnomo mengakui tim gabungan mengalami kesulitan besar saat berupaya menembus lantai atas gedung.
Baca Juga: Kebakaran Dahsyat Glodok Plaza Ada Tiga Pramugari yang Diduga Tewas, Mereka Adalah
“Lantai empat dan lima berhasil ditembus. Akses ke lantai enam cukup berat,” kata Susatyo di lokasi.
Kesulitan petugas menjangkau lantai teratas mengindikasikan potensi persoalan serius pada desain jalur evakuasi dan akses darurat di dalam gedung.
Korban Dibawa ke RS Polri Kramat Jati
Seluruh korban dievakuasi ke RS Polri Kramat Jati untuk kepentingan identifikasi. Tim DVI dikerahkan karena kondisi korban sebagian besar sulit dikenali secara visual akibat dampak kebakaran.
Dugaan Ledakan Baterai, Pengawasan Dipertanyakan
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra menyebut laporan pertama diterima pada pukul 12.43 WIB. Dugaan awal, kebakaran dipicu ledakan baterai drone di lantai satu.
Namun, sumber internal pemadam kebakaran mengungkapkan bahwa kebakaran yang bersumber dari baterai lithium semestinya sudah diantisipasi dengan sistem proteksi khusus, termasuk pendingin suhu ruang penyimpanan dan alat pemadam khusus.
“Pertanyaannya sekarang, apakah sistem itu benar-benar ada dan berfungsi?” ujar seorang petugas damkar yang enggan disebutkan namanya.
Alarm Bagi Regulator dan Pemilik Gedung
Peristiwa ini menjadi alarm keras bagi pemerintah daerah dan regulator. Bukan hanya soal penyebab kebakaran, tetapi juga kelalaian potensial dalam penerapan standar keselamatan di gedung komersial berteknologi tinggi.
Pengamat keselamatan kerja menilai insiden ini dapat membuka ruang penyelidikan lebih luas, termasuk potensi pertanggungjawaban pengelola gedung.
Hingga sore hari, proses pendinginan dan penyisiran masih dilakukan. Aparat mengimbau warga menjauh dari lokasi untuk menghindari risiko lanjutan. (MU01)










