Update Tragedi Musala Ambruk di Sidoarjo: 10 Santri Tewas, 53 Masih Hilang

Evakuasi Jenazah
Proses evakuasi satu jenazah dari reruntuhan bangunan musala di Ponpes Al Khoziny. (Photo: Dok Basarnas Surabaya)

MonitorUpdate.com – Pencarian korban runtuhnya musala Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, terus berlangsung. Tim SAR Gabungan kembali menemukan lima jenazah pada Jumat (3/10/2025), sehingga total korban meninggal dunia kini mencapai 10 orang.

Tim SAR Gabungan melaporkan penemuan satu jenazah di sektor A3 sekitar pukul 14.00 WIB, Jumat (3/10/2025). Beberapa jam sebelumnya, empat jenazah lain dievakuasi dari sektor A2. Seluruh korban langsung dibawa ke RS Bhayangkara Surabaya untuk proses identifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur.

“Total semua pada hari ini adalah korban ditemukan lima orang dan semua dalam kondisi meninggal dunia. Sehingga kalau dijumlahkan seluruh korban yang ditemukan 10 meninggal dunia, 103 selamat,” kata Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit.

Baca Juga: Revisi UU Sisdiknas, DPR Diminta Jangan Singkirkan Pesantren

Berdasarkan data sementara, total korban musibah mencapai 114 orang. Dari jumlah itu, 23 orang berhasil dievakuasi, dengan rincian 10 meninggal dunia dan sisanya selamat. Namun, diperkirakan masih ada 53 orang hilang dan diduga tertimbun reruntuhan.

Insiden tragis ini terjadi pada Senin (29/9/2025) sore, ketika musala mendadak ambruk saat para santri tengah melaksanakan Salat Asar berjamaah pada rakaat kedua. Suasana khusyuk seketika berubah jadi kepanikan setelah atap dan beton bangunan runtuh menimpa ratusan santri.

Hingga kini, proses evakuasi masih diwarnai kesulitan. Tim SAR harus berjibaku menyingkirkan puing beton besar dengan alat berat, sementara keluarga korban terus menanti kabar di sekitar lokasi.

Tragedi ini memunculkan pertanyaan soal standar keselamatan bangunan di pesantren, terutama musala dan asrama yang digunakan ribuan santri setiap hari. Publik mendesak pemerintah daerah dan pihak terkait untuk mengusut penyebab robohnya musala yang menelan banyak korban jiwa tersebut.

(MU01)

Share this article