Majelis Ilmuwan Nusantara 2025 Rekomendasikan Panduan Dakwah Santun dan Kolaboratif

Foto: Istimewa
Foto: Istimewa

MonitorUpdate.com – Majelis Ilmuwan Nusantara 2025 yang berlangsung di Kangar, Perlis, Malaysia, pada 12–14 November 2025 menghasilkan resolusi mengenai pentingnya dakwah yang santun dan terbuka terhadap kolaborasi lintas pihak.

Pertemuan tahunan ulama Asia Tenggara itu, yang tahun ini turut dihadiri ulama dari Rwanda, Kenya, Ethiopia, dan Namibia, mengangkat tema Ta’awun dalam Dakwah: Persamaan dan Perbedaan. Delegasi Wahdah Islamiyah, Rahmat Abdul Rahman dan Muhammad Yusran Anshar, hadir mewakili Indonesia.

Rahmat menjelaskan bahwa majelis merekomendasikan para ulama dan pendakwah untuk menyampaikan dakwah dengan cara yang meneduhkan dan berorientasi pada kemaslahatan umat, termasuk melalui kerja sama dengan pihak berbeda keyakinan, tanpa mengorbankan prinsip akidah dan nilai-nilai Islam.

Baca Juga: Malam Penuh Makna di “Majelis Nyala Purnama”: Musik Etnik, Tari, dan Meditasi di Bawah Sinar Bulan

Ia menegaskan batas kerja sama tersebut tidak boleh dimaknai sebagai pembenaran terhadap perilaku yang dilarang agama. Ia mencontohkan isu Gaza sebagai ruang kolaborasi kemanusiaan yang bisa melibatkan banyak pihak tanpa harus menyetujui seluruh pandangan mereka.

Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan peluncuran Universiti Islam Antarabangsa Tuanku Syed Sirajuddin (UniSIRAJ) sebagai simbol dukungan pemerintah Perlis terhadap perkembangan pendidikan Islam. (MU01)

Share this article