BNPB: Korban Bencana Sumatra Meningkat Dratis, 883 Meninggal, 520 Hilang

Petugas Basarnas bersama TNI-Polri mengevakuasi korban banjir Sumatera. Foto: Basarnas
Petugas Basarnas bersama TNI-Polri mengevakuasi korban banjir Sumatera. (Foto: Basarnas)

MonitorUpdate.com – Jumlah korban bencana banjir bandang dan longsor yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat pada 25 November lalu kembali melonjak. BNPB memutakhirkan data terbaru: 883 orang meninggal, 520 hilang, dan lebih dari empat ribu lainnya luka-luka.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali memperbarui jumlah korban jiwa akibat rangkaian bencana banjir bandang dan tanah longsor yang menerjang tiga provinsi di Sumatra pada 25 November 2025. Berdasarkan data Geoportal Data Bencana Indonesia yang diakses Sabtu (6/12/2025) pukul 14.00 WIB, total korban meninggal kini mencapai 883 jiwa.

Dari laporan tersebut, 520 orang masih dicatat hilang, sementara 4.200 warga mengalami luka-luka. BNPB menyebut angka ini berpotensi berubah seiring masih berlangsungnya proses pencarian dan identifikasi korban.

Baca juga: Korban Banjir Bandang–Longsor di Aceh dan Sumatera Melonjak: 836 Tewas, 518 Masih Hilang

Perincian per provinsi menunjukkan skala dampak yang berbeda. Provinsi Aceh mencatat korban meninggal terbanyak, yaitu 345 jiwa, dengan 174 orang masih hilang. Di Sumatra Utara, sebanyak 312 orang ditemukan tewas dan 133 lainnya belum berhasil ditemukan. Sementara itu di Sumatra Barat, jumlah korban meninggal mencapai 226 jiwa, dengan 213 orang masih dilaporkan hilang.

Kerusakan infrastruktur pun dinilai sangat masif. BNPB mencatat lebih dari 121 ribu rumah rusak, mulai dari kategori ringan hingga total. Selain itu, bencana ini juga memporakporandakan 1.100 fasilitas umum, 270 fasilitas kesehatan, 509 sekolah, 338 rumah ibadah, 221 gedung perkantoran, serta 405 jembatan yang hancur diterjang banjir bandang maupun longsor.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan lembaganya kini melakukan pengetatan proses verifikasi dan validasi data setelah ditemukan ketidaksinkronan antara laporan lapangan dan dashboard daring. Menurutnya, angka terbaru di geoportal sudah melalui koreksi dan penyesuaian dari berbagai laporan yang masuk secara online.

Proses pencarian korban, penyaluran bantuan, serta pembukaan akses wilayah yang terisolasi masih terus berlangsung di ketiga provinsi terdampak. (MU01)

Share this article