MonitorUpdate.com — Aksi petugas pengantar program Makan Bergizi Gratis (MBG) mengenakan kostum Power Rangers mendadak menjadi sorotan publik setelah videonya viral di media sosial. Fenomena ini tercatat terjadi di sejumlah daerah, mulai dari Kuningan, Jawa Barat, Tamalanrea Makassar, Rancabali Bandung, hingga Ngadirojo, Wonogiri.
Belakangan terungkap, penggunaan kostum Power Rangers bukan sekadar inisiatif spontan di lapangan. Badan Gizi Nasional (BGN) menyatakan langkah tersebut merupakan bagian dari strategi resmi untuk mendekatkan edukasi gizi kepada anak-anak.
Baca Juga : Ombudsman Sebut Program MBG Bermasalah, Anggaran Rp71 T Terancam Sia-sia
Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, mengatakan ide tersebut sengaja digagas agar program MBG tidak sekadar menghadirkan makanan, tetapi juga membangun pengalaman menyenangkan bagi siswa.
“Pendekatan ini kami lakukan supaya edukasi gizi terasa lebih dekat dengan dunia anak-anak. Anak-anak jadi antusias, terutama saat diajak makan sayur,” kata Nanik, Rabu (17/12/2025).
Menurut Nanik, BGN bahkan memberikan apresiasi kepada kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), akuntan, ahli gizi, mitra, hingga relawan dapur yang dinilai kreatif dalam mengemas pesan gizi. Salah satunya dengan menghadirkan pengantar makanan berkostum tokoh superhero populer.
Ia mencontohkan, pengemudi MBG menggunakan kostum Power Rangers untuk memotivasi anak-anak agar mau mengonsumsi sayuran. Anak-anak dijanjikan kejutan jika mau mengikuti pola makan sehat.
“Kami beri pengemudi kostum Power Rangers. Antusiasme anak-anak tinggi. Mereka bilang, besok bawa Power Rangers lagi ya. Tapi dengan catatan, mereka mau makan sayur,” ujarnya.
Namun, pendekatan ini menuai catatan kritis dari DPR RI. Anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani Chaniago, mempertanyakan relevansi penggunaan kostum dengan peningkatan minat makan anak secara berkelanjutan.
“Memang ada kaitannya? Anak-anak mungkin kaget atau senang melihat Power Rangers, tapi itu tidak otomatis membuat mereka mau makan kalau menunya tidak sesuai selera,” kata Irma kepada wartawan.
Politikus Fraksi NasDem itu menilai, fokus BGN semestinya diarahkan pada inovasi menu, bukan semata pendekatan visual. Menurutnya, kebiasaan makan anak lebih banyak dibentuk dari rumah.
“Kalau di rumah tidak dibiasakan makan sayur, didatangkan Power Rangers pun tetap saja mereka tidak mau. Selera itu tidak bisa diubah instan,” ujarnya.
Irma pun mendorong agar BGN lebih serius mengembangkan menu sayuran yang diolah secara menarik dan lezat sehingga dapat diterima anak-anak tanpa perlu gimmick berlebihan.
“Saya lebih mengusulkan agar sayuran disajikan dalam bentuk menu yang kreatif, rasanya enak, dan benar-benar membuat anak tertarik,” pungkasnya. (MU01)










