Penutupan Al-Aqsa oleh Israel Picu Kecaman Aktivis Palestina: “Kezaliman yang Melampaui Batas”

Ustaz Bachtiar Nasir (UBN). Foto Istimewa
Ustaz Bachtiar Nasir (UBN). Foto Istimewa

MonitorUpdate.com — Penutupan Masjid Al-Aqsa oleh otoritas Israel sejak 1 Maret memicu kecaman keras dari aktivis kemerdekaan Palestina, Ustaz Bachtiar Nasir (UBN). Tindakan ini disebut melarang umat Islam beribadah, termasuk salat Tarawih, dan memperburuk ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Ketua Umum DPP Jalinan Alumni Timur Tengah Indonesia (JATTI) itu menilai penutupan Al-Aqsa sebagai bentuk kezaliman yang melampaui batas, karena umat Islam dilarang memasuki kompleks masjid untuk beribadah.

“Pintu Al-Aqsa dikunci rapat sejak 1 Maret hingga sekarang. Umat Islam diusir dan dilarang beribadah di rumah Allah,” ujar UBN dalam wawancara dengan wartawan, Kamis (5/3/2026).

Baca Juga: Rudal Iran Hujani Israel & Pangkalan AS, Stok Pertahanan Menipis? Trump Serukan Gencatan Senjata

Menurut UBN, meski umat Islam dilarang, beberapa kelompok pemukim Israel tetap diperbolehkan masuk kompleks Al-Aqsa dengan pengawalan ketat aparat keamanan. Ia menekankan hal ini memanfaatkan ketegangan regional untuk mengubah status quo di kawasan suci tersebut.

“Mereka menggunakan alasan status darurat akibat perang untuk mengambil kesempatan. Ini penghinaan bagi umat Islam,” tambah UBN.

Situasi ini semakin diperumit dengan laporan penangkapan imam Masjid Al-Aqsa serta pembatasan aktivitas pegawai lembaga wakaf yang mengelola masjid. UBN memperingatkan, langkah-langkah ini berpotensi memicu kemarahan umat Islam di berbagai negara.

Selain itu, UBN juga menyoroti eskalasi konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan negara-negara kawasan. Ia mengecam agresi militer, namun mengingatkan agar aksi balasan tidak meluas hingga menimpa negara-negara Muslim tetangga, karena korban utama adalah rakyat sipil.

“Kita mengutuk agresi militer yang memicu perang. Namun kita juga tidak bisa menerima jika serangan balasan justru mengenai negara-negara tetangga Muslim. Yang menjadi korban adalah rakyat sipil,” ujarnya.

UBN menyerukan agar dunia Islam bersatu dan tidak terpecah oleh kepentingan politik maupun konflik sektarian. Ia juga mendorong organisasi negara-negara Islam mengambil langkah tegas dalam merespons penutupan Al-Aqsa dan penahanan imam masjid.

Di level domestik, UBN mengajak umat Islam di Indonesia untuk meningkatkan doa dan solidaritas bagi warga Palestina serta penjaga Masjid Al-Aqsa.

“Kita mungkin jauh secara geografis, tetapi secara iman kita dekat. Al-Aqsa adalah amanah bagi umat Islam,” pungkasnya. (MU01)

Share this article