Ratusan Jemaah Haji RI Dirawat di RS Arab Saudi, Cuaca Ekstrem Jadi Sorotan

Jubir Kemenhaj Maria Assegaff. Foto: Dok. YouTube/Kemenhaj
Jubir Kemenhaj Maria Assegaff. (Foto: Dok. YouTube/Kemenhaj)

MonitorUpdate.com — Pelaksanaan ibadah haji 2026 mulai diwarnai persoalan kesehatan jemaah. Hingga hari ke-15 operasional haji, pemerintah mencatat sedikitnya 208 jemaah Indonesia harus dirujuk ke rumah sakit di Arab Saudi akibat gangguan kesehatan di tengah suhu ekstrem yang mencapai hampir 40 derajat Celsius.

Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI, Maria Assegaff, mengatakan dari total jemaah yang dirawat, sebanyak 76 orang masih menjalani perawatan intensif di sejumlah rumah sakit Arab Saudi.

“Jemaah yang dirujuk ke Rumah Sakit Arab Saudi sebanyak 208 orang dengan 76 orang masih dalam perawatan,” kata Maria dalam konferensi pers daring melalui akun YouTube Kemenhaj RI, Selasa (5/5/2026).

Tak hanya itu, secara kumulatif tercatat 10.746 jemaah telah mendapatkan layanan rawat jalan sejak fase kedatangan dimulai. Sementara 139 jemaah lainnya sempat dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI).

Lonjakan kasus kesehatan ini menjadi perhatian serius pemerintah mengingat fase awal haji dikenal sebagai periode paling menguras stamina. Jemaah harus beradaptasi dengan cuaca panas ekstrem, mobilitas tinggi, hingga padatnya aktivitas ibadah.

Maria mengungkapkan suhu siang hari di Madinah dan Mekkah saat ini berkisar antara 37 hingga 39 derajat Celsius. Kondisi tersebut dinilai berisiko bagi jemaah lanjut usia maupun mereka yang memiliki penyakit penyerta.

“Kedisiplinan dalam menjaga kondisi fisik ini memang menjadi sangat penting agar jemaah dapat menjalankan ibadah dengan optimal dan lebih khusyuk,” ujarnya.

Situasi ini sekaligus kembali memunculkan tantangan klasik penyelenggaraan haji Indonesia: tingginya jumlah jemaah lansia dan rentan sakit. Dalam beberapa musim haji terakhir, pemerintah terus menghadapi persoalan kelelahan, dehidrasi, hingga penyakit pernapasan akibat cuaca ekstrem dan kepadatan aktivitas.

Di sisi lain, arus keberangkatan jemaah Indonesia ke Tanah Suci masih terus berlangsung. Hingga saat ini, sebanyak 229 kelompok terbang (kloter) dengan total 89.051 jemaah dan 912 petugas telah diberangkatkan dari Indonesia.

Sementara di Madinah, tercatat 219 kloter berisi 85.039 jemaah serta 873 petugas telah tiba dan menempati hotel yang disiapkan pemerintah.

Adapun pergerakan menuju Mekkah juga mulai meningkat. Sebanyak 68 kloter dengan 26.037 jemaah dan 272 petugas telah tiba di kota suci tersebut untuk menjalani umrah wajib sekaligus mempersiapkan diri menghadapi puncak ibadah haji.

Pemerintah memastikan layanan kesehatan terus diperkuat melalui koordinasi antara petugas kesehatan haji Indonesia, KKHI, dan otoritas kesehatan Arab Saudi. Namun meningkatnya angka jemaah yang jatuh sakit menjadi alarm dini agar pengawasan kesehatan tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga antisipatif di lapangan.

Dengan puncak haji yang masih menunggu beberapa pekan ke depan, ketahanan fisik jemaah diperkirakan akan menjadi ujian utama selain kepadatan pelaksanaan ibadah itu sendiri. (MU01)

Share this article