Kemenag Raih Dua Penghargaan HAKORDIA 2025, Buku Antikorupsi Diluncurkan—Cukupkah di Tengah Praktik Korupsi?

Menag Nasaruddin Umar menerima penghargaan dari KPK pada HAKORDIA 2025, Selasa (9/12/2025). Foto: kemenag.go.id
Menag Nasaruddin Umar menerima penghargaan dari KPK pada HAKORDIA 2025, Selasa (9/12/2025). (Foto: kemenag.go.id)

MonitorUpdate.com — Dalam peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (HAKORDIA) 2025 di Kantor Gubernur DIY, Selasa (9/12/2025), Kementerian Agama meraih dua penghargaan nasional dan meluncurkan enam buku pendidikan antikorupsi lintas agama bersama Komisi Pemberantasan Korupsi.

Penghargaan diberikan atas penyusunan buku keagamaan antikorupsi dan kiprah Forum Penyuluh Antikorupsi (PAKSI) GTK Madrasah Kemenag yang dinobatkan sebagai terbaik kedua nasional.

Baca Juga: KPK Pilih Yogyakarta Jadi Tuan Rumah Peringatan Hari Antikorupsi Sedunia 2025

Meski diapresiasi, langkah ini dinilai belum menjawab persoalan krusial: praktik korupsi di sektor pelayanan publik masih tinggi. Skor Indeks Persepsi Korupsi Indonesia masih berada di kisaran 37–40 poin dalam beberapa tahun terakhir, menandakan korupsi masih bersifat sistemik.

Enam buku lintas agama yang diluncurkan diharapkan memperkuat benteng moral masyarakat. Namun publik kini menunggu dampak nyata, bukan sekadar seremoni dan simbol integritas.

Berikut enam buku pendidikan anti korupsi lintas agama yang diluncukan:
1. Hidup Satya: Berani Menolak Korupsi (Hindu)
2. Integritas & Antikorupsi: Perspektif Islam
3. Integritas dan Iman: Peran Gereja Katolik
4. Peran Gereja dalam Mewujudkan Bangsa Tanpa Korupsi (Kristen)
5. Kebajikan sebagai Landasan Antikorupsi (Khonghucu)

(MU01)

Share this article