MonitorUpdate.com – Timnas Indonesia U-22 menghadapi jalan terjal untuk mempertahankan medali emas sepak bola putra di SEA Games 2025 Thailand. Cabang olahraga paling bergengsi di ajang kawasan itu akan bergulir pada 3–18 Desember, dengan format baru yang membuat persaingan semakin ketat.
Indonesia tergabung di Grup C bersama Filipina dan Myanmar. Dengan hanya dihuni tiga tim, Garuda Muda dituntut finis sebagai juara grup untuk mengamankan tiket semifinal. Pasalnya, hanya tiga juara grup dan satu runner-up terbaik yang berhak melaju ke empat besar.
Tim asuhan Indra Sjafri akan memulai langkah pada Senin, 8 Desember 2025, menghadapi Filipina pukul 18.00 WIB. Laga kedua kontra Myanmar digelar Jumat, 12 Desember, juga pada pukul 18.00 WIB. Seluruh pertandingan fase grup akan berlangsung di Stadion 700 Anniversary of Chiang Mai.
Baca Juga: Timnas Indonesia U-22 Tahan Imbang Mali 2 – 2 pada Laga Uji Coba di Pakansari
Indra membawa 23 pemain ke Thailand, termasuk empat nama yang bermain di luar negeri: Ivar Jenner (FC Utrecht), Dion Marxk (TOP Oss), Mauro Zijlstra (FC Volendam), dan Marselino Ferdinan (AS Trencin). Tiga pemain pertama tampil di kompetisi Belanda, sementara Marselino menjadi satu-satunya perwakilan dari liga Slovakia.
Namun, persiapan tim terganggu kabar minor. Marselino, gelandang andalan yang sudah mengantongi 37 caps untuk Timnas Senior, dipastikan batal memperkuat Indonesia. Pemain 21 tahun itu sebelumnya tercatat dua kali tampil di SEA Games 2021 dan 2023.
“Kami sudah berkomunikasi dengan pelatih AS Trencin bahwa Marselino Ferdinan tidak bisa dilepas klubnya karena mengalami cedera hamstring. Untuk itu, kami siapkan pengganti yakni Rifqi Ray Farandi dari Persik Kediri yang hari ini terbang ke Thailand untuk bergabung,” ujar Indra Sjafri dalam keterangan tertulis.
Absennya Marselino membuat komposisi lini tengah Indonesia berubah signifikan, terutama karena pengalaman pemain tersebut kerap menjadi pembeda di turnamen regional. Dengan format grup yang ketat dan margin kesalahan kecil, dua laga fase grup dipastikan menjadi ujian awal yang krusial bagi Garuda Muda.
Timnas dituntut bukan hanya menang, tetapi meyakinkan, demi menjaga peluang mempertahankan titel juara dan mengirim sinyal kuat kepada rival-rival tradisional di kawasan. (MU01)









