MonitorUpdate.com — Universitas Paramadina memaknai Hari Sumpah Pemuda 2025 sebagai momentum untuk menghidupkan kembali semangat kebangsaan melalui kerja nyata, sebagaimana diajarkan oleh pendirinya, cendekiawan Muslim Prof. Nurcholish Madjid atau Cak Nur.
Chairman The Lead Institute Universitas Paramadina, Dr. Suratno, menyebut Sumpah Pemuda bukan sekadar ikrar sejarah, melainkan komitmen moral untuk terus bekerja bagi bangsa.
“Sumpah Pemuda menurut Cak Nur bisa dimaknai sebagai akad dan ikrar kebangsaan. Tetapi yang lebih penting adalah tindak lanjutnya—kerja nyata untuk bangsa tercinta,” ujarnya, Senin (28/10/2025).
Baca Juga: Victor Hartono Ungkap Rahasia Suksesi Bisnis Keluarga Djarum di Universitas Paramadina
Suratno menilai semangat kebersamaan perlu terus dijaga di tengah tantangan seperti kesenjangan sosial dan menurunnya kualitas pendidikan. Ia mengutip pesan Bung Karno tentang pentingnya pengikatan seluruh kekuatan bangsa agar Indonesia tetap solid menghadapi perubahan zaman.
Sementara itu, Rektor Universitas Paramadina Prof. Didik J. Rachbini menekankan relevansi pemikiran Cak Nur tentang keindonesiaan dan demokrasi.

“Indonesia telah berhasil membangun kebersamaan di tengah keberagaman. Namun jiwa kerdil yang hanya mementingkan diri sendiri masih mendominasi,” katanya.
Menurut Didik, Cak Nur selalu menempatkan pemuda sebagai subjek sejarah—mereka yang berani berpikir merdeka dan berkomitmen memperbaiki keadaan. Paramadina, lanjutnya, akan terus membentuk generasi muda yang beriman, berilmu, dan berintegritas.
“Kemajuan bangsa bergantung pada generasi yang mampu memadukan iman, ilmu, dan kerja keras,” pungkasnya. (MU01)









