MonitorUpdate.com – Guna mengantisipasi kemacetan arus lalu lintas yang sempat melumpuhkan kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Polda Metro Jaya menginisiasi rapat koordinasi bersama sejumlah pemangku kepentingan, Rabu (23/4/2025).
Rakor yang berlangsung di Mapolres Pelabuhan Tanjung Priok ini dihadiri oleh berbagai pihak terkait, mulai dari PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo), Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), NPCT1, perwakilan pengusaha truk, hingga Dinas Perhubungan Jakarta Utara.
Meski pengelolaan pelabuhan bukan merupakan tugas langsung Kepolisian, Polda Metro Jaya merasa perlu turun tangan demi menghindari terulangnya kemacetan parah seperti yang terjadi pada 16–19 April lalu.
“Kami berkomitmen untuk memperbaiki manajemen, baik di dalam maupun di luar area pelabuhan agar pelayanan bisa lebih maksimal dan kemacetan tidak terulang,” kata Karoops Polda Metro Jaya, Kombes Pol I.KG. Wijatmika, S.I.K., yang memimpin rakor tersebut bersama Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok, AKBP Dr. Martuasah H. Tobing.
Turut hadir dalam rakor tersebut jajaran pejabat utama Polda Metro Jaya, antara lain Dirlantas Kombes Pol Komarudin, Dirsamapta Kombes Pol Yully Kurniawan, dan Dirpamobvit Kombes Pol Joko Sulistio, serta Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol H. Ahmad Fuady.
Sejumlah kesepakatan dicapai dalam pertemuan ini, salah satunya adalah komitmen Pelindo untuk memodernisasi peralatan bongkar muat serta membangun infrastruktur pendukung guna memperlancar arus barang di pelabuhan.
“Beberapa poin penting sudah disepakati, termasuk percepatan pelayanan keluar-masuk barang dan kepatuhan terhadap aturan yang berlaku,” ujar Wijatmika.
Kemacetan parah di kawasan pelabuhan sebelumnya disebabkan lonjakan truk kontainer yang masuk dan keluar dari pelabuhan. Pada hari biasa, tercatat sekitar 2.500 truk melintas. Namun pada 16 April 2025, jumlahnya melonjak drastis hingga 4.000 kendaraan, mengakibatkan kemacetan hingga delapan kilometer.
Situasi itu menimbulkan keluhan dari warga yang terjebak macet selama berjam-jam, bahkan hingga ke ruas jalan tol sekitar Jakarta Utara.
Melalui rakor ini, Polda Metro Jaya berharap adanya sinergi konkret antara seluruh pihak terkait demi mewujudkan pengelolaan pelabuhan yang lebih tertib dan efisien ke depannya. (MU01)










