MonitorUpdate.com – PT Jasa Marga (Persero) Tbk bersama PT Hutama Karya (Persero) membuka enam ruas tol fungsional tanpa tarif selama periode Mudik Lebaran 2026. Total panjangnya mencapai sekitar 198 kilometer (km), tersebar di koridor Trans Jawa dan Trans Sumatra.
Kebijakan ini diumumkan melalui akun resmi Instagram @official.jasamarga dan mulai berlaku saat masa operasional arus mudik dan balik Lebaran 2026.
“Ruas tol tersebut dibuka sementara dan dapat dimanfaatkan tanpa tarif selama masa operasional mudik,” tulis manajemen, dikutip Senin (23/2/2026).
Baca Juga : Diskon Mudik Lebaran 2026 Rp911 Miliar Digelontorkan, Efektif Dongkrak Ekonomi atau Bebani APBN?
Langkah ini dinilai strategis untuk mengurai potensi kepadatan lalu lintas, terutama di titik-titik krusial yang selama ini menjadi simpul kemacetan tahunan.
6 Ruas Tol Fungsional Gratis
Dari total enam ruas yang dibuka, empat berada di jalur Trans Jawa di bawah pengelolaan Jasa Marga, sementara dua lainnya berada di Trans Sumatra yang dikelola Hutama Karya.
Trans Jawa:
Japek II Selatan – fungsional 54,75 km
Jogja–Bawen – fungsional 4,85 km
Jogja–Solo – fungsional 11,48 km
Probolinggo–Banyuwangi Tahap I – fungsional 49,68 km
Trans Sumatra:
Sigli–Banda Aceh Seksi I – fungsional 23,9 km
Palembang–Betung Seksi I dan II – fungsional 53,6 km
Jika dijumlahkan, panjang totalnya sekitar 198 km, angka yang signifikan untuk memperluas kapasitas jaringan tol saat puncak mobilitas nasional.
Namun perlu dicatat, statusnya masih fungsional. Artinya, ruas-ruas tersebut belum beroperasi penuh secara komersial dan biasanya memiliki pembatasan tertentu seperti jam operasional, pembatasan kendaraan, maupun kecepatan maksimal.
144 Juta Orang Diprediksi Mudik
Pembukaan ruas tol gratis ini beriringan dengan proyeksi lonjakan mobilitas masyarakat. Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, memprediksi sekitar 143,7 juta hingga 144 juta orang akan melakukan perjalanan mudik pada Lebaran 2026.
“Kami melakukan survei, ada 143,7 juta orang atau hampir 144 juta orang yang akan melakukan perjalanan. Namun kami mengantisipasi kemungkinan kenaikan karena tahun lalu survei 146 juta, realisasinya mencapai 154 juta,” ujar Dudy usai rapat koordinasi angkutan Lebaran di Surabaya, Jumat (20/2/2026).
Artinya, angka realisasi berpotensi melampaui proyeksi survei. Jika tren tahun lalu terulang, jumlah pemudik bisa mendekati atau bahkan menembus 150 juta orang.
Strategi Tekan Kemacetan, Tapi Cukupkah?
Secara teknis, tambahan 198 km jalur fungsional dapat membantu mendistribusikan beban lalu lintas, terutama di koridor Trans Jawa yang selama ini menjadi tulang punggung arus mudik darat.
Namun, efektivitasnya tetap bergantung pada manajemen rekayasa lalu lintas, integrasi dengan skema one way dan contraflow, serta kesiapan rest area dan fasilitas pendukung.
Dengan potensi pergerakan lebih dari 140 juta orang, tantangan mudik 2026 bukan hanya soal panjang jalan, tetapi juga koordinasi lintas instansi, pengawasan keselamatan, hingga ketahanan infrastruktur terhadap lonjakan volume kendaraan.
Bagi pemudik, informasi detail terkait jadwal operasional, jenis kendaraan yang diizinkan melintas, hingga titik masuk dan keluar ruas fungsional menjadi krusial agar manfaat kebijakan ini benar-benar optimal.
Pemerintah dan operator jalan tol kini diuji: apakah tambahan hampir 200 km tol gratis ini cukup untuk meredam kemacetan tahunan, atau hanya menjadi penyangga sementara di tengah gelombang mudik terbesar dalam beberapa tahun terakhir? (MU01)









