MonitorUpdate- Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara, menyoroti keterbatasan jumlah rumah sakit umum daerah (RSUD) yang dinilai belum sebanding dengan kebutuhan layanan kesehatan masyarakat. Saat ini, Kabupaten Bogor yang memiliki jumlah penduduk besar dan wilayah luas baru dilayani oleh empat RSUD.
Menurut Sastra Winara, kondisi tersebut harus segera menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Bogor. Ia menegaskan, peningkatan kualitas layanan kesehatan tidak cukup hanya dari sisi pelayanan, tetapi juga harus diimbangi dengan penambahan fasilitas dan jangkauan layanan.
“Dengan jumlah penduduk dan luas wilayah Kabupaten Bogor, empat RSUD jelas belum memadai. Perlu ada penambahan agar pelayanan kesehatan lebih merata,” tegasnya.
Ia secara khusus menyoroti wilayah Bogor Barat yang dinilai paling membutuhkan tambahan fasilitas kesehatan. Selain jumlah penduduk yang padat, kondisi geografis yang luas membuat akses layanan kesehatan menjadi terbatas.
Sastra menjelaskan, saat ini masyarakat di wilayah tersebut masih sangat bergantung pada RSUD Leuwiliang. Padahal, jarak tempuh yang jauh kerap menjadi kendala utama, terutama bagi warga yang membutuhkan penanganan medis cepat.
“Warga Bogor Barat jangan hanya bergantung pada RSUD Leuwiliang. Harus ada alternatif rumah sakit lain yang lebih dekat dan mudah dijangkau,” ujarnya.
Tak hanya itu, ia juga menyoroti kondisi warga di Kecamatan Parungpanjang, Rumpin, dan Tenjo yang kerap harus berobat ke rumah sakit di luar wilayah Kabupaten Bogor. Hal ini terjadi karena akses menuju RSUD terdekat dinilai kurang efisien dari segi jarak dan waktu tempuh.
“Kalau ke RSUD Leuwiliang, jaraknya cukup jauh dan memakan waktu. Akhirnya banyak warga memilih berobat ke daerah lain,” katanya.
Untuk itu, Sastra Winara mendorong agar penambahan fasilitas kesehatan, khususnya pembangunan RSUD baru, masuk dalam perencanaan pembangunan daerah tahun 2026. Ia meminta Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bapperida) menjadikan hal tersebut sebagai prioritas.
“Kami minta di tahun 2026 ini sudah masuk dalam blueprint perencanaan. Sehingga, targetnya pada 2027 sudah mulai bisa dirasakan masyarakat,” jelasnya.
Ia menegaskan, fokus utama pembangunan RSUD baru harus menyasar wilayah yang selama ini jauh dari jangkauan layanan, seperti Parungpanjang dan Tenjo.
Di sisi lain, Sastra juga mengapresiasi capaian Pemerintah Kabupaten Bogor yang telah meraih predikat Universal Health Coverage (UHC), di mana hampir seluruh masyarakat telah terjamin akses pembiayaan kesehatannya.
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa jaminan kesehatan harus diiringi dengan ketersediaan fasilitas yang memadai.
“Cakupan jaminan kesehatan sudah baik, tapi harus diimbangi dengan fasilitas yang cukup. Jangan sampai masyarakat sudah dijamin, tapi sulit mengakses layanan,” tandasnya. (MU02)










