MonitorUpdate.com – Gagalnya target Kota Tangerang Selatan menjadi juara umum pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXIII Tingkat Provinsi Banten 2026 memicu evaluasi dari berbagai kalangan. Setelah hanya mampu finis di peringkat keempat, sistem pembinaan Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kota Tangerang Selatan kembali menjadi sorotan.
Salah seorang tokoh yang ikut menginisiasi terbentuknya LPTQ Kota Tangerang Selatan pada masa Penjabat Wali Kota Tangerang Selatan pertama, H. Muhammad Sholeh, Buya Sodri menilai penurunan prestasi tersebut bukan semata-mata disebabkan oleh kualitas peserta, melainkan berkaitan erat dengan tata kelola organisasi dan sistem pembinaan yang dinilai belum berjalan optimal.
“Prestasi menurun karena pengurusnya tidak melakukan regenerasi,” kata Buya Sodri kepada Monitor Update, Senin (13/7/2026).

Menurutnya, sudah saatnya LPTQ Kota Tangerang Selatan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap struktur organisasi dan pola pembinaan agar prestasi daerah tidak terus mengalami penurunan pada MTQ tingkat Provinsi Banten.
Buya Sodri juga mengkritisi adanya pengurus LPTQ yang dinilai merangkap peran di luar tugasnya sebagai pengurus.
“Kurang elok apabila pengurus LPTQ juga menjadi dewan hakim atau pembina kafilah di daerah lain. Pengurus harus fokus terhadap tanggung jawabnya di daerah tempat ia diberi amanah agar pembinaan dan pengembangan prestasi kafilah bisa maksimal,” ujarnya.
Ia menilai langkah pertama yang perlu dilakukan adalah melakukan restrukturisasi kepengurusan dengan menghadirkan figur-figur yang memiliki kapasitas, integritas, dan kemampuan manajerial.
“Harus ada pengurus yang benar-benar kapabel, mengerti manajerial, bukan dipilih karena faktor suka dan tidak suka. Pengurus juga harus visioner dalam dunia perqorian,” katanya.
Selain pembenahan organisasi, Buya Sodri menekankan pentingnya sistem pembinaan yang dilakukan secara berkesinambungan, bukan hanya menjelang pelaksanaan MTQ.
“Pembinaan harus simultan dan berkelanjutan. Jangan hanya dilakukan ketika MTQ sudah dekat,” ujarnya.
Ia juga berharap Pemerintah Kota Tangerang Selatan memberikan dukungan yang lebih kuat terhadap proses pembinaan, baik dari sisi anggaran, sarana, maupun kebutuhan logistik.
“Intervensi dukungan logistik dari pemerintah daerah harus lebih kuat agar proses pembinaan berjalan maksimal,” tambahnya.
Sebelumnya, Kafilah Kota Tangerang Selatan gagal memenuhi target menjadi juara umum pada MTQ XXIII Tingkat Provinsi Banten 2026. Berdasarkan hasil penilaian akhir, Tangsel harus puas berada di peringkat keempat, di bawah Kabupaten Tangerang yang keluar sebagai juara umum, disusul Kota Tangerang dan Kabupaten Serang.
Hasil tersebut menjadi perhatian karena Kota Tangerang Selatan sebelumnya dikenal sebagai salah satu kekuatan utama pada ajang MTQ tingkat Provinsi Banten. Penurunan peringkat itu memunculkan desakan agar LPTQ bersama Pemerintah Kota Tangerang Selatan melakukan evaluasi secara menyeluruh, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi pengurus, sistem pembinaan qari dan qariah, hingga penguatan dukungan anggaran.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pengurus LPTQ Kota Tangerang Selatan terkait kritik dan masukan yang disampaikan Buya Sodri. Monitor Update masih berupaya meminta tanggapan dari pihak LPTQ maupun Pemerintah Kota Tangerang Selatan guna memenuhi prinsip keberimbangan pemberitaan. (MU01)


