MonitorUpdate.com – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) memperpanjang pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi peserta didik jenjang TK, SD, SMP dan kesetaraan selama dua hari, yakni Selasa-Rabu, 8-9 September 2026.
Perpanjangan PJJ tersebut dilakukan sebagai langkah kesiapsiagaan menyusul aktivitas Gunung Anak Krakatau yang berdampak pada sebaran abu vulkanik di sejumlah wilayah.
Keputusan itu tertuang dalam Surat Edaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangsel Nomor 400.3.1/5630/Dikbud/2026 tentang Perpanjangan Pelaksanaan PJJ sebagai Langkah Kesiapsiagaan Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau.
Baca Juga: Mendikdasmen Minta Sekolah di Daerah Tak Aman Setop Tatap Muka, PJJ Jadi Pilihan
Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie mengatakan, keputusan memperpanjang PJJ diambil dalam rapat koordinasi bersama Wakil Wali Kota Pilar Saga Ichsan dan jajaran OPD terkait pada Senin (7/9/2026) malam.
“Pembelajaran jarak jauh untuk tingkat SMP, SD, dan jenjang di bawahnya yaitu TK akan kita perpanjang untuk dua hari ke depan,” ujar Benyamin.
Menurut Benyamin, sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau lebih banyak bergerak ke arah barat dan barat daya. Meski dampaknya terhadap Tangsel dinilai tidak terlalu signifikan, abu vulkanik masih ditemukan di sejumlah lokasi, antara lain menempel pada atap rumah, pepohonan dan ruas jalan.
“Kita putuskan diberlakukan sampai dua hari ke depan karena menyesuaikan juga dengan kondisi lingkungan sekitar kita, dan sesuai juga dengan arahan Bapak Gubernur Banten,” jelasnya.
Pemkot Tangsel juga meminta kepala satuan pendidikan memastikan PJJ tetap berlangsung bermakna, aktif dan terarah melalui ekosistem pembelajaran digital, seperti LMS, Google Classroom maupun media daring resmi sekolah. Orang tua atau wali murid diminta melakukan pendampingan dan pengawasan selama anak mengikuti pembelajaran dari rumah.
Sementara itu, bagi sekolah swasta yang sebelumnya telah merencanakan pembelajaran tatap muka, keputusan pelaksanaannya diserahkan kepada yayasan atau pengelola masing-masing. Meski demikian, Benyamin mengimbau siswa tetap menggunakan masker, terutama ketika beraktivitas di luar ruangan, sebagai langkah perlindungan dari paparan abu vulkanik. (MU01)


