MonitorUpdate.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat terhadap potensi cuaca ekstrem pada Senin, 28 September 2026. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Indonesia.

Berdasarkan informasi potensi cuaca ekstrem BMKG, sejumlah provinsi masuk kategori waspada pada 28 September 2026. Di antaranya Aceh, Banten, Jambi, Jawa Barat dan Kalimantan Barat yang berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat.

Peringatan tersebut menjadi perhatian khusus bagi masyarakat di wilayah Banten dan Jawa Barat karena kedua wilayah tersebut berada dalam daftar potensi cuaca ekstrem BMKG. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko genangan, pohon tumbang, gangguan transportasi hingga dampak lainnya apabila hujan lebat terjadi bersamaan dengan angin kencang.

Selain potensi hujan lebat, BMKG juga mengeluarkan peringatan dini jangka pendek atau nowcasting di sejumlah daerah. Pada 28 September, antara lain terdapat peringatan untuk Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Lampung, Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah dan Aceh terkait potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir serta angin kencang.

Baca Juga: BMKG Buka Peta Musim Hujan 2026/2027: 61 Persen Wilayah Indonesia Diprediksi Mundur

Fenomena tersebut terjadi meski secara umum sebagian wilayah Indonesia masih dipengaruhi kondisi atmosfer yang relatif kering. BMKG sebelumnya mencatat El Niño kategori sangat kuat masih aktif, sementara sejumlah dinamika atmosfer regional dapat memicu pertumbuhan awan hujan secara lokal.

BMKG juga mencatat bahwa hujan lebat tetap dapat terjadi secara lokal di tengah kondisi kering. Pada 18–20 September, misalnya, curah hujan tinggi tercatat di Sumatera Barat hingga 75 mm per hari, Kalimantan Barat 70 mm, Jawa Barat 58 mm dan Kalimantan Utara 53 mm.

Masyarakat yang berada di wilayah berpotensi cuaca ekstrem diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melakukan aktivitas di luar ruangan. Informasi peringatan dini dapat berubah dengan cepat sehingga masyarakat dianjurkan memantau pembaruan resmi BMKG melalui kanal informasi cuaca dan aplikasi InfoBMKG. (MU01)