MonitorUpdate.com — Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) terus memperkuat pembangunan dan peningkatan infrastruktur jalan sebagai bagian dari upaya meningkatkan konektivitas wilayah, memperlancar mobilitas masyarakat, serta mendukung aktivitas sosial dan perekonomian kota.

Pembangunan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kebutuhan dan karakteristik masing-masing wilayah. Selain peningkatan kualitas jalan, perhatian diarahkan pada pelebaran ruas strategis, pembangunan jembatan, drainase, penanganan kawasan rawan banjir dan longsor, hingga penataan fasilitas pendukung jalan.

Pada 2025, melalui Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (DSDABMBK), Pemkot Tangsel mengerjakan 50 paket pembangunan dan peningkatan jalan yang tersebar di tujuh kecamatan. Total panjang penanganan mencapai sekitar 30 kilometer, dengan nilai anggaran sekitar Rp80 miliar. Sejumlah ruas yang ditangani antara lain Jalan Midea Kencana, Angsana Loka, Anggrek Loka, Menjangan, Merpati, Maknolia, Rawabuntu hingga Jalan S di wilayah Setu.

Baca Juga : HUT Ke-81 RI, Pemkot Tangsel Jadikan Semangat Kemerdekaan sebagai Energi Membangun Kota

Peningkatan kualitas jalan tidak hanya diukur dari panjang ruas yang ditangani, tetapi juga dari metode konstruksi dan daya tahan perkerasan. Pada sejumlah lokasi digunakan pengaspalan, sementara ruas dengan beban lalu lintas lebih tinggi menggunakan konstruksi beton. Di kawasan Griya Loka Raya, misalnya, penanganan dilakukan dengan perkerasan beton atau rigid pavement sebagai bagian dari peningkatan kualitas dan kenyamanan pengguna jalan.

Salah satu pekerjaan yang menjadi perhatian adalah penanganan ruas Griya Loka di kawasan BSD dengan panjang sekitar 4,2 kilometer dan nilai pekerjaan sekitar Rp12 miliar. DSDABMBK menjelaskan, penggunaan beton mutu K350 dengan ketebalan sekitar 25 sentimeter yang kemudian dapat dilapisi aspal diterapkan pada lokasi tertentu untuk meningkatkan daya tahan jalan terhadap beban kendaraan.

Penguatan konektivitas juga dilakukan melalui peningkatan kapasitas sejumlah ruas strategis. Pelebaran Jalan Raya Rawa Buntu di Kecamatan Serpong, misalnya, diarahkan untuk meningkatkan kelancaran lalu lintas sekaligus dilengkapi fasilitas pedestrian yang memperhatikan akses bagi penyandang disabilitas. Pembangunan Jalan Bhayangkara di Serpong Utara juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan konektivitas kawasan Alam Sutera, Bintaro dan Graha Raya.

Arah pembangunan tersebut sejalan dengan kebijakan Pemkot Tangsel dalam penyusunan RKPD 2027. Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie menegaskan bahwa infrastruktur masih menjadi salah satu fokus pembangunan daerah, dengan cakupan yang tidak hanya berkaitan dengan jalan, tetapi juga jembatan, transportasi, drainase, sungai dan pengelolaan sampah.

“Tahun 2027 kita masih akan tetap fokus kepada infrastruktur,” ujar Benyamin. Ia menjelaskan, penguatan infrastruktur akan terus diarahkan untuk menjawab berbagai persoalan perkotaan, termasuk jalan, jembatan dan sistem drainase.

Memasuki 2026, pembangunan infrastruktur juga diarahkan untuk memperkuat perlindungan terhadap jalan dan kawasan permukiman. Pada September 2026, Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan meninjau pembangunan turap dan bronjong di sejumlah titik yang memiliki persoalan longsor, erosi sungai dan banjir. Di kawasan Vila Pamulang, bronjong batu kali dibangun sepanjang 164 meter, dilengkapi parapet sepanjang 145 meter, dengan ketinggian konstruksi mencapai sekitar lima meter.

Pekerjaan serupa dilakukan di kawasan Grand Serpong dan Bukit Nusa Indah. Di Grand Serpong, penanganan meliputi pembangunan turap baru setinggi empat meter sepanjang 165 meter, peninggian turap eksisting sepanjang 132 meter, serta pembangunan saluran pembuangan sepanjang 429 meter. Sementara di Bukit Nusa Indah, pembangunan turap dilakukan pada sisi kiri dan kanan dengan total panjang sekitar 204 meter.

Wakil Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Pilar Saga Ichsan meninjau langsung pembangunan turap dan bronjong di tiga titik wilayah Kota Tangsel pada Rabu (2/9/2026) (Foto: Dok Humas Kominfo Tangsel)

Penguatan infrastruktur juga menyentuh kawasan permukiman. Di Kampung Kota Keranggan, Kecamatan Setu, Pemkot Tangsel menata kawasan seluas sekitar 23 hektare yang mencakup lima RW dan 12 RT. Penataan meliputi pembangunan dan perbaikan jalan lingkungan, drainase, dinding penahan tanah, pagar pengaman, gerbang kawasan serta penerangan jalan umum tenaga surya. Pekerjaan tersebut ditargetkan rampung pada Desember 2026.

Selain pembangunan fisik, Pemkot Tangsel juga menata ruang jalan melalui penertiban utilitas perkotaan. Pada Agustus 2026, pemerintah daerah menertibkan kabel dan tiang fiber optik yang dipasang tanpa izin di Jalan Merpati, Jalan Cendrawasih Raya, Jalan Menjangan Raya dan kawasan Bukit Cireundeu. Penataan dilakukan karena kabel yang tidak tertib dapat mengganggu estetika kota sekaligus berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Pemkot Tangsel juga berkoordinasi dengan Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (APJATEL) untuk mendorong penataan jaringan kabel udara melalui jaringan bawah tanah pada sejumlah ruas jalan. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menciptakan ruang kota yang lebih tertib, aman dan nyaman bagi masyarakat.

Dengan pendekatan tersebut, pembangunan infrastruktur Tangsel tidak hanya berorientasi pada pembangunan ruas jalan baru atau perbaikan permukaan jalan, tetapi juga mencakup aspek konektivitas, ketahanan konstruksi, keselamatan pengguna, aksesibilitas pedestrian, pengendalian banjir, perlindungan tebing serta penataan utilitas perkotaan.

Memasuki periode kedua kepemimpinan Wali Kota Benyamin Davnie dan Wakil Wali Kota Pilar Saga Ichsan, Pemkot Tangsel berkomitmen melanjutkan pembangunan infrastruktur secara bertahap dengan memperhatikan prioritas pembangunan dan kemampuan anggaran daerah. Jalan tidak hanya dipandang sebagai penghubung antarkawasan, tetapi sebagai bagian dari ekosistem perkotaan yang mendukung mobilitas masyarakat, distribusi barang dan jasa, akses terhadap pelayanan publik serta aktivitas perekonomian.

Melalui pembangunan, peningkatan dan pemeliharaan yang dilakukan secara berkelanjutan, Pemkot Tangsel berupaya menghadirkan jaringan infrastruktur yang semakin berkualitas, terintegrasi, aman dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat di tengah pertumbuhan kawasan perkotaan.

(Advertorial)