MonitorUpdate.com – Rencana kegiatan workshop seluruh guru SMPN 9 Kota Tangerang Selatan (Tangsel) ke Pangalengan, Bandung, sempat memicu polemik setelah pihak sekolah menerbitkan surat pemberitahuan yang menyatakan kegiatan belajar mengajar (KBM) siswa kelas 7, 8, dan 9 diliburkan pada Jumat, 21 Agustus 2026.

Surat tersebut bernomor 422/266/UPTDSMPN.9/VIII/2026 dan diterbitkan pada Selasa, 18 Agustus 2026. Dalam surat itu, orang tua atau wali murid diberitahukan bahwa KBM pada Jumat akan diliburkan karena adanya agenda workshop seluruh guru SMPN 9 Tangsel.

Namun, hanya berselang beberapa hari, kebijakan tersebut dianulir. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tangsel meminta agar proses pembelajaran tetap berlangsung sebagaimana mestinya.

Kepala Bidang SMP, Eka Andries, mengaku baru mengetahui adanya surat tersebut pada Kamis (20/8/2026). Setelah mendapat informasi, pihaknya langsung memanggil kepala sekolah dan meminta surat pemberitahuan tersebut dibatalkan.

“Besok (Jumat) tetap ada proses KBM, surat tersebut sudah dianulir,” kata Eka kepada MonitorUpdate.com, Kamis (20/8/2026).

Kepala SMPN 9 Tangsel, Susanti Ekapriyanti, membenarkan bahwa agenda workshop guru ke Bandung mengalami perubahan waktu, meski berangkat tetap di hari Jumat namun setelah proses KBM selesai dilakukan.

Baca Juga : Hari Pertama Sekolah, SPMB Tangsel 2026 Sisakan PR Besar: Kuota SMP Negeri Belum Imbangi Tingginya Minat Masyarakat

“Untuk agenda workshop kami undur. Besok (Jumat) tetap ada proses kegiatan belajar mengajar (KBM). Sudah kami klarifikasi dan direvisi serta diedarkan juga ke semua wali murid,” ujar Susanti saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Kamis (20/8/2026).

Persoalan ini menjadi perhatian karena surat awal sekolah secara jelas menyebutkan seluruh siswa kelas 7, 8, dan 9 akan diliburkan demi agenda kegiatan guru. Dengan adanya revisi tersebut, siswa kembali diwajibkan mengikuti pembelajaran pada Jumat, 21 Agustus 2026.

Yang menarik, Susanti mengungkapkan bahwa rencana workshop tersebut sebenarnya bukan kegiatan yang baru disusun. Menurutnya, agenda workshop guru telah direncanakan sejak jauh hari, bahkan sebelum dirinya menjabat sebagai pelaksana tugas (Plt) Kepala SMPN 9 Tangsel sekitar satu bulan terakhir.

Ia juga menjelaskan bahwa pembiayaan kegiatan tersebut berasal dari tabungan guru yang dikumpulkan selama empat tahun.

“Workshop ini sudah direncanakan jauh hari sebelumnya,” ungkapnya.

Menurut Susanti, pemilihan Bandung sebagai lokasi kegiatan juga bukan semata-mata keputusan yang dibuat setelah dirinya menjabat. Rencana tersebut telah tersusun sebelumnya.

Susanti mengatakan kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada para guru mengenai perubahan kurikulum dan pendekatan pembelajaran yang sedang dikembangkan pemerintah.

“Mudah-mudahan dengan kegiatan workshop itu guru-guru lebih memahami kurikulum dengan pendekatan pembelajaran mendalam dan apa fungsi guru wali yang sedang dicanangkan pemerintah,” katanya.

Ia menambahkan, terdapat sejumlah perubahan dari kurikulum sebelumnya yang perlu kembali disosialisasikan kepada para guru.

“Banyak sekali perbaikan-perbaikan dari kurikulum sebelumnya dengan yang sekarang dan perlu disosialisasikan kembali. Digelar ke Bandung, sekalian menjadi refreshing,” ujarnya.

Agenda yang direncanakan selama dua hari yakni Jumat-Sabtu(21-22/8/2026) itu tidak hanya berisi kegiatan workshop atau pertemuan terkait pendidikan.

Dalam rencana kegiatan, para guru disebut akan menginap di hotel bintang empat, kemudian mengunjungi sejumlah lokasi, di antaranya Masjid Al Jabbar, kawasan Pangalengan, serta objek wisata Wayang Windu. Para guru juga direncanakan mengikuti kegiatan olahraga rafting atau arung jeram. (MU02)